Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

SPMB SMA/SMK Negeri 2025 Bergulir, Cabdindik Jatim Wilayah Bangkalan Buka 5 Jalur Penerimaan Siswa Baru

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 24 Mei 2025 | 14:31 WIB
GENERASI EMAS: Siswa SMAN 2 Bangkalan pulang sekolah usai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) Jumat (23/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
GENERASI EMAS: Siswa SMAN 2 Bangkalan pulang sekolah usai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) Jumat (23/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Sistem penerimaan murid baru (SPMB) untuk sekolah menengah atas (SMA) negeri dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri 2025 tengah bergulir.

Tahapan saat ini adalah prapendaftaran, yaitu entri nilai rapor oleh satuan pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat.

Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Bangkalan Moh. Fauzi menyebut, terdapat lima jalur untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025/2026.

Lima jalur tersebut meliputi jalur afirmasi, mutasi orang tua, prestasi hasil lomba, prestasi akademik, dan jalur domisili.

”Kuota atau pagu secara keseluruhan untuk SMA/SMK kurang lebih 6.300. Kalau dibandingkan dengan tahun ajaran 2024/2025 hampir setara, tahun lalu sekitar 6.289,” kata Fauzi Sabtu (23/5).

Pria berkacamata itu menyebut, kuota tiap jalur untuk SPMB SMK tidak ada perubahan.

Komposisinya sama dengan tahun lalu, yaitu jalur afirmasi 15 persen, mutasi orang tua 5 persen, prestasi hasil lomba 5 persen, prestasi akademik 65 persen, dan jalur domisili 10 persen.

Perubahan terjadi khusus skema SPMB SMA negeri 2025, kecuali pada jalur mutasi yang masih tetap yaitu 5 persen.

Misalnya, untuk jalur afirmasi dan prestasi nilai akademik mengalami kenaikan. Sebelumnya 15 persen, tahun ini bertambah menjadi 30 persen.

Di sisi lain, untuk jalur zonasi dan prestasi nonakademik (hasil lomba) terjadi pengurangan yang cukup signifikan antara 10 hingga 15 persen.

Perinciannya, tahun lalu jalur zonasi dibatasi 50 persen dan di 2025 kuotanya menjadi 35 persen. Sementara khusus jalur prestasi nonakademik dari 15 persen berkurang menjadi 5 persen.

”Prestasi nonakademik atau hasil lomba itu dibagi lagi, 3 persen nonakademik dan 2 persen akademik. Nonakademik seperti lomba olahraga, kesenian, dan lain sebagainya. Kalau akademik itu kompetisi bidang pendidikan, seperti mata pelajaran, penelitian, atau kompetisi ilmiah,” tegasnya.

Fauzi mengeklaim telah melakukan sosialisasi yang masif ke SMP dan madrasah tsanawiyah (MTs) sederajat melibatkan dinas pendidikan (dispendik) serta Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan.

Sehingga proses penerimaan siswa baru untuk SMA dan SMK negeri bisa maksimal.

”Kami membuka posko di masing-masing SMA dan SMK negeri untuk melayani informasi terkait tahapan-tahapan SPMB 2025, sehingga dapat tersosialisasi dengan baik. Jadi, kalau ada orang tua, siswa, dan sekolah yang tidak mengerti bisa mendatangi SMA atau SMK negeri terdekat,” pungkasnya. (lil/luq)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#zonasi #smk #sma #penerimaan siswa baru #spmb #lima jalur