BANGKALAN, RadarMadura.id – Balai Penyuluhan KB Kecamatan Kwanyar, Bangkalan meluncurkan inovasi baru untuk menurunkan angka tengkes (stunting).
Yaitu, Sejak Dini Cegah Stunting (Seni Canting). Inovasi itu diresmikan oleh Kepala Dinas KBP3A Bangkalan Sudiyo di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Selasa (9/7).
Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Kwanyar Robiah menjelaskan, percepatan penurunan stunting harus dilakukan dari hulu.
Yaitu, remaja perempuan atau calon pengantin (catin). Sebab, mereka yang nantinya akan melahirkan generasi penerus.
Seni Canting diimplementasikan dengan melaksanakan kegiatan kelas catin.
Yaitu, pemeriksaan catin dan pemantapan guna memengaruhi kehidupan berkeluarga dengan sinergisitas terpadu. Yakni, antara puskesmas dan KUA Kwanyar.
Dalam peluncuran Seni Canting, Balai penyuluh KB juga menggelar pameran produk unggulan dari 16 desa di Kecamatan Kwanyar.
Kegiatan tersebut sebagai wujud nyata Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Satyagatra dalam meningkatkan ekonomi keluarga.
Juga menggelar kegiatan gemar makan olahan ikan untuk memperkenalkan pentingnya kebutuhan protein hewani untuk 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Robiah beharap, adanya Seni Canting bisa menjadi wadah konsultasi dan konseling di PPKS Satyagatra.
Dengan demikian, semua keluarga bisa memecahkan semua permasalahan dalam keluarga.
”Dengan adanya inovasi Seni Canting, diharapkan masyarakat bisa memahami dan mengerti pentingnya program percepatan penurunan stunting.” katanya.
”Yaitu, melakukan pencegahaan sebelum terjadi stunting sehingga di Kabupaten Bangkalan lahir generasi emas di masa mendatang,” tambahnya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia