BANGKALAN, RadarMadura.id – Pelebaran jalan belum menjadi solusi masalah kemacetan. Sebab, tingginya pengguna jalan tidak dibarengi dengan ketertiban dalam berlalu lintas. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan di beberapa titik.
Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), kemacetan terparah Senin (8/4) terjadi di Pasar Blega dan Pasar Tanah Merah. Banyak faktor yang menyebabkan kemacetan.
Misalnya, pasar tumpah, lapak pedagang semakin maju, dan bahu jalan jadi lahan parkir. Selain itu, pengendara berhenti seenak sendiri dan pengendara menyerobot jalur jalan.
”Tentang parkir itu bisa kita pilah jadi dua. Pertama karena kelalaian pengendara yang parkir sembarangan. Yang kedua karena juru parkir (jukir) memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat parkir kendaraan,” ungkap Hakim, warga Sumenep, saat melintas di Jalan Raya Blega Senin (8/4).
Menurut dia, pada momen hari raya ini, memang banyak petugas yang berjaga di beberapa titik. Namun, mereka tidak bisa menjamin tidak akan terjadi kemacetan selama karakter pengguna jalan main sikut. Buktinya, kata dia, tidak sedikit pengendara yang menyerobot jalur kanan.
”Karakter pengguna jalan banyak tertib karena takut polisi, bukan atas kesadaran sendiri. Karena itu, mereka hanya tertib ketika ada petugas atau ada yang ditilang. Sementara saat tidak ada polisi, cara berkendara seperti di halaman rumah sendiri,” kata pria yang suka mengamati masalah lalu lintas itu.
Hakim menambahkan, yang paling mendasar adalah animo warga membeli dan memiliki kendaraan itu tinggi.
Namun, pada saat bersaman tidak disertai peningkatan kesadaraan tentang ketertiban atau akhlak di jalan raya. ”Ini yang saya sebut hanya bisa menyalakan mesin tanpa akhlak,” tegasnya.
Wakapolres Bangkalan Kompol Andi Febrianto Ali menyampaikan, puncak arus mudik Lebaran kali ini terjadi pada Minggu–Senin (7–8/4). Sebab, mulai kemarin libur bersama.
Dengan demikian, volume kendaraan mengalami peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya. Hal itu sudah diantisipasi oleh personel gabungan dengan menyediakan jalur alternatif.
Selain Tanah Merah dan Blega, pasar tumpah yang menyebabkan kemacetan terjadi di Pasar Patemon dan Pasar Galis.
”Puncaknya hari ini karena bersamaan dengan libur bersama. Banyak orang yang mudik ke kampung halaman,” jelasnya.
Pengalihan jalur alternatif membantu kelancaran lalu lintas. Misalnya, di Jalan Raya Tanah Merah. Kendaraan dari arah Sampang menuju Bangkalan diarahkan belok kiri sebelum Mapolsek Tanah Merah.
Kendaraan keluar di samping markas koramil. Langkah itu diambil lantaran kondisi pasar tumpah menjadi pemicu utama kemacetan.
Kasi Lalu Lintas Dishub Bangkalan Moh. Syaiful Rohman menyampaikan, kondisi arus mudik H-3 Lebaran terpantau aman.
Dia mengakui volume kendaraan memang meningkat, tetapi masih terpantau lancar. Kemacetan memang sempat terjadi di jam-jam rawan aktivitas pasar.
”Pagi tadi memang sempat macet karena pasar tumpah di Pasar Tanah Merah, tapi siang ini terpantau normal,” ungkapnya.
Syaiful memastikan, jalur utama selatan dan utara lancar. Pemudik bisa beristirahat di pos pelayanan (posyan) di Jalan Raya Blega jika kelelahan. ”Kalau kecapean pemudik bisa beristirahat di Posyan Blega,” sarannya.
Sementara itu, titik rawan kecelakaan (black spot) di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, mulai diantisipasi. Personel gabungan disiagakan untuk memastikan kesiapan jalur mudik Lebaran 2024. Di lokasi itu, dibangun pospam Operasi Ketupat Semeru 2024.
”Keamanan jalur mudik bagi masyarakat menjadi salah satu atensi kami,” ujar Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan setelah memantau lokasi, Sabtu (6/4).
Dani mengimbau pemudik tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan. Tujuannya, mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Dengan demikian, masyarakat bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat.
”Keberadaan pospam Operasi Ketupat Semeru 2024 ini begitu penting. Sebab, Jalan Raya Ambat termasuk daerah rawan kecelakaan lalu lintas. Dengan adanya fasilitas ini, semoga tidak ada kecelakaan di jalur tersebut,” harapnya.
Dani memastikan kesiapan anggota dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab selama Operasi Ketupat Semeru 2024. Karena itu, pengecekan di beberapa titik pospam gencar dilakukan.
”Ini untuk memastikan arus lalu di jalur mudik aman dan kesiapan personel untuk melakukan patroli, penyuluhan, dan pelayanan terpadu lalu lintas (pamturlalin), serta imbauan kepada pemudik berjalan optimal,” terangnya.
Petugas juga diharapkan bisa mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Termasuk menjaga keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) selama mudik Lebaran. (za/afg/luq)
Editor : Ina Herdiyana