SUMENEP, RadarMadura.id – Penyelenggaraan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji 2026 asal Sumenep sudah selesai.
Namun, laporan keuangan yang dihabiskan bagian kesejahteraan rakyat (kesra) sekretariat kabupaten (setkab) belum sepenuhnya rampung.
Bagian Kesra Setkab Sumenep mengelola pagu anggaran Rp 1.027.733.600 untuk pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji tahun ini.
Anggaran miliaran rupiah tersebut terdiri atas dua belas paket. Meliputi belanja suku cadang, lima belanja alat/bahan kegiatan kantor, dan belanja obat-obatan.
Selain itu, belanja makanan dan minuman (mamin) rapat, belanja mamin jamuan tamu, belanja penyelenggaraan acara, serta sewa kendaraan bermotor (ranmor). Ada juga anggaran untuk jasa kesenian dan kebudayaan.
Baca Juga: Jimat Menuju Kesuksesan
Anggaran tiap paket bervariasi. Nominal tertinggi untuk sewa kendaraan bermotor (ranmor). Uang sebesar Rp 378.000.000 dialokasikan untuk sewa bus pariwisata super high deck 45–47 kursi.
Sementara nominal terkecil untuk pembelian materai 10.000. Anggaran Rp 238.000 dalam belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-benda pos dengan kode 62592358 tersebut termasuk untuk peringatan Hari Santri Nasional.
Penulusuran Jawa Pos Radar Madura (JPRM) penyedia sewa bus pariwisata super high deck 45–47 kursi adalah Kalisari Citra Jaya Rp 184.470.000 (on process) untuk pemberangkatan.
Sedangkan sisa dari pagu Rp 238 juta untuk bus pemulangan jemaah. ”Iya, Kalisari,” kata Kabag Kesra Setkab Sumenep Kamiluddin, Selasa (7/7).
Anggaran lain yang sudah terealisasi untuk belanja suku cadang alat kedokteran berupa masker nonmedis Rp 1.958.000. Mataris terpilih sebagai penyedia dengan nominal Rp 1.831.500 (on process).
CV Mataris juga tercatat sebagai penyedia belanja jasa penyelenggaraan acara pemberangkatan dan pemulangan haji (62596924).
Dari pagu Rp 197.650.000 terealisasi Rp 165.756.300. Data terbaru pagu belanja jasa penyelenggaraan acara pemberangkatan dan pemulangan haji (67330740) Rp 353.410.000
Selain itu, Mataris sebagai penyedia belanja mamin jamuan tamu dengan kode 62596122 senilai Rp 5.572.000 dan Rp 59.700.000 bersama Ike Prasetyowati Rp 80.000.000.
Pagu anggaran ini sebesar Rp 202.400.000. Data terbaru dengan kode 67330607 sebesar Rp 231.200.000.
Nama Ike Prasetyowati juga tertera sebagai penyedia belanja mamin rapat (62595808) dengan pagu Rp 2.100.000.
Anggaran itu terealisasi kepada Ike Prasetyowati Rp 750.000 dan Rp 525.000 (on process). Data terbaru dalam SIRUP dengan kode 67330505 tertera Rp 1.800.000.
Selanjutnya, anggaran terkait haji yang sudah terealisasi untuk belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-kertas dan cover (62591769).
Baca Juga: Komisi II: Prioritaskan DBHCHT untuk Pertanian, Pemkab Pamekasan Sediakan Anggaran Sarana Pascapanen
Dari pagu Rp 17.522.400 terserap Rp 16.486.145 dengan penyedia Hoyyida. Sementara belanja cetak ID Card, cetak stiker, fotokopi, dll (67330372) Rp 16.632.400.
Hoyyida juga menyerap anggaran belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-bahan cetak (62592060) Rp 18.287.250 bersama penyedia Moh. Erfan Affandi Rp 3.068.000.
Pagu anggaran yang disediakan Rp 22.260.000. Data SIRUP terbaru, pagu cetak banner, undangan, dll (67330424) Rp 24.420.000.
Bagian Kesra Setkab Sumenep juga mengelola anggaran belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-alat tulis kantor (ATK) dengan kode 62591264.
Pagu anggaran yang dialokasikan untuk belanja kertas HVS putih 70 gram, ballpoint, ordner dll Rp 1.817.600.
Kemudian, belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-bahan komputer (62592565). Pagu belanja tinta printer BP100E003 (Bk, C, M, Y) for Epson, 100 ml ( C ) itu Rp 273.600.
Lalu, belanja obat-obatan (62593299). Belanja dimenhydrinate, minyak angin, dan lain-lain itu dialokasikan Rp 6.824.000.
Kabag Kesra Setkab Sumenep Kamiluddin belum menjelaskan beberapa item anggaran pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji tahun ini. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dia mengaku sedang di Bluto.
”Harus ngecek datanya dulu,” ujar kepala bagian yang juga menjabat pelaksana tugas (Plt) Camat Bluto tersebut. Namun, hingga pukul 12.30 Rabu (8/7) tidak ada penjelasan baru. (luq/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti