Bagi pasangan Bupati Fauzi dan Wabup Imam, janji tak sekadar terucap. Tapi, direalisasikan dengan bukti nyata. Ribuan guru ngaji di Sumenep kini merasakan bantuan yang menjadi janji politik saat pilkada setahun lalu.
SUMENEP, RadarMadura.id - Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati (Wabup) KH Imam Hasyim terus merealisasikan janji politiknya kepada masyarakat. Salah satunya melalui pemberian tunjangan bagi guru ngaji.
Selama satu tahun kepemimpinan pasangan Fauzi-Imam (Faham), Pemkab Sumenep telah menyalurkan tunjangan kepada ribuan guru ngaji.
Pada 2025, tercatat sebanyak 1.225 guru ngaji menerima bantuan dengan total anggaran mencapai Rp 1,4 miliar.
Program tersebut dijalankan secara konsisten setiap tahun. Pada 2026, Pemkab Sumenep kembali mengalokasikan tunjangan dengan sasaran sekitar 1.500 guru ngaji. Program ini juga telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Fauzi.
Penyaluran bantuan dilakukan secara transparan, yakni langsung masuk ke rekening masing-masing penerima melalui BPRS Bhakti Sumekar. Setiap guru ngaji menerima tunjangan sebesar Rp 1.200.000.
Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung para guru ngaji yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda.
”Kami berkomitmen untuk terus memberikan tunjangan kepada para guru ngaji. Tahun ini program tersebut kembali kami jalankan,” ujarnya.
Menurut Fauzi, para guru ngaji selama ini mengabdi dengan penuh keikhlasan. Karena itu, pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan agar mereka semakin semangat menjalankan tugas mulianya.
”Semoga tunjangan ini bermanfaat bagi para guru ngaji dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sumenep di bidang keagamaan,” imbuhnya. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri