Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Karier Politik Wakil Ketua DPRD Sumenep M. Syukri, Dari Guru Kampung ke Meja Pimpinan Parlemen

Amin Basiri • Rabu, 25 Juni 2025 | 19:10 WIB

 

Pada periode pertama, Syukri menjadi sekretaris komisi III. Dia juga mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai wakil sekretaris DPC PPP Sumenep.
Pada periode pertama, Syukri menjadi sekretaris komisi III. Dia juga mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai wakil sekretaris DPC PPP Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id - KALI pertama dia terpilih pada periode 2014–2019. Syukri maju dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pada periode pertama, Syukri menjadi sekretaris komisi III. Dia juga mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai wakil sekretaris DPC PPP Sumenep.

Pada periode 2019–2024 dia menjadi anggota komisi IV sekaligus dipercaya menjadi Sekretaris DPC PPP Sumenep hingga sekarang.

Berjalan setengah periode, dia diangkat menjadi wakil ketua DPRD Sumenep hasil pergantian antarwaktu (PAW), menggantikan almarhum KH Ahmad Salim yang meninggal dunia karena sakit.

Politikus kelahiran Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, itu pada periode 2024–2029 kembali mendapat kepercayaan istimewa dari partai.

Dia tidak hanya terpilih lagi menjadi wakil rakyat, tetapi juga diminta partai untuk duduk di kursi pimpinan dewan.

 Baca Juga: Komisi I DPRD Sumenep Awasi Tes Komisioner KI Pastikan Semua Berjalan Lancar dan Transparan

Dengan kemampuan yang dimiliki, karier politik Syukri benar-benar paripurna. Sebagai politikus yang lahir dan besar di pulau, dia mampu mewujudkan mimpinya untuk menjadi wakil rakyat.

”Saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi anggota dewan, apalagi sampai menjadi pimpinan. Tapi, ini adalah bentuk kepercayaan dari masyarakat,” katanya pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Syukri bercerita, awalnya dirinya hanyalah santri yang pulang ke kampung halamannya dan mengabdi di Ponpes Al Hidayah Pulau Kangean mulai 2005 hingga 2014.

Akan tetapi, selain aktif mengajar, dia juga aktif di kegiatan kemasyarakatan. Seperti di PCNU dan IKSASS Kangean.

Dari perjalanan itu, saya diajak untuk aktif di partai, tapi bukan di kepengurusan, saya hanya aktif di kegiatan-kegiatannya saja. Pada 2011, atas dorongan para guru, saya kemudian aktif menjadi pengurus, dan pada 2014 saya mencalonkan diri dan alhamdulillah terpilih,” terangnya.

 Baca Juga: Komisi I DPRD Sumenep Awasi Tes Komisioner KI Pastikan Semua Berjalan Lancar dan Transparan

Selain karena dorongan guru, Syukri menyatakan adanya ketimpangan antara wilayah kepulauan dan daratan yang memacu dirinya untuk berkontestasi.

Ketimpangan itu dari sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai ketimpangan sosial lainnya.

Terutama di daerah kelahirannya, di dapil VIII yang meliputi Kecamatan Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.

”Di situlah saya termotivasi untuk berkiprah di dunia politik, walaupun saya menyadari semua yang kita harapkan belum tentu terjadi. Tetapi, paling tidak kita sudah bisa berbuat dan terus menyuarakan apa yang menjadi kegelisahan masyarakat,” tegasnya.

Syukri menyatakan, yang menjadi fokusnya sejak kali pertama terpilih pada 2014 hingga sekarang ialah untuk mengurangi ketimpangan tersebut. Hasilnya, saat ini sudah ada peningkatan pembangunan di kepulauan.

”Ini merupakan bagian dari upaya kita bersama dari pimpinan pemerintah daerah untuk menanggulangi dan mengurangi ketimpangan itu,” ucapnya.

Misalnya, dari sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, kini sudah mulai stabil. Sehingga, hal yang disuarakan oleh masyarakat kepulauan selama bertahun-tahun mulai teratasi.

”Saya yakin, ini tidak akan bisa menjawab seratus persen kebutuhan masyarakat, karena banyaknya kebutuhan yang ada di kepulauan. Tetapi, kita berkomitmen untuk terus menjawab kebutuhan itu,” paparnya.


Selain itu, Syukri menyatakan bahwa dirinya akan terus mengupayakan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Sebab, dengan meningkatnya PAD akan berefek pada pembangunan di Kota Keris, baik jangka pendek maupun panjang. ”Itu akan terus kita upayakan,” ujarnya.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu berkomitmen untuk memperjuangkan daerah kepulauan menjadi lebih baik, terutama dari segi infrastruktur, baik di darat maupun di laut.

Dia menegaskan, selama dirinya masih dipercaya dan pengabdiannya dibutuhkan oleh masyarakat, dia mengaku akan terus berjuang melalui jalur politik.

”Nasib masyarakat kepulauan dan daratan harus sama, dan saya akan terus memperjuangkan kepentingan itu,” tutupnya. (tif/luq)

Editor : Amin Basiri
#sumenep #wakil rakyat #dprd