SAMPANG, RadarMadura.id – Sumur bor yang diduga mengeluarkan gas di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, belum ditangani secara serius. Pemkab Sampang mengaku menunggu petunjuk dari Dinas ESDM Jatim.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang Abdi Barri Salam mengatakan, tim BPBD Sampang sudah melakukan pengecekan di lokasi sumur bor yang mengeluarkan api dan berbau gas tersebut.
”Tim BPBD sudah melakukan langkah awal. Yakni memasang pipa paralon di lokasi sumur bor yang mengeluarkan api dan gas,” katanya.
Menurutnya, pemasangan pipa paralon tersebut bukan tanpa alasan. Tujuannya agar gas yang keluar bersamaan dengan air di sumur bor tersebut posisinya bisa lebih tinggi dari rumah warga di sekitar.
”Sehingga risiko terjadinya kebakaran minim,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan SKK Migas dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Tujuannya, meminta bantuan untuk penanganan secara teknis terhadap sumur bor tersebut.
”Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas ESDM dan SKK Migas secara verbal terkait sumur bor yang mengeluarkan api dan berbau gas tersebut,” bebernya.
Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari SKK Migas dan Dinas ESDM Provinsi Jatim. Yakni terkait cara menyikapi sumur bor yang mengeluarkan air bercampur gas tersebut.
”Dalam menindak lanjutinya, apakah akan dilakukan secara teknis, masih menunggu informasi lanjut dari Dinas ESDM dan SKK Migas,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti