Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sumur Bor Diduga Keluarkan Gas, BPBD Pasang Paralon, Antisipasi Disulut Lagi

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 9 Juli 2026 | 05:45 WIB
AREA BERBAHAYA: Anggota BPBD Sampang saat memasang paralon di lokasi sumur bor yang mengeluarkan api di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, Selasa (7/7). (BPBD UNTUK JPRM)
AREA BERBAHAYA: Anggota BPBD Sampang saat memasang paralon di lokasi sumur bor yang mengeluarkan api di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, Selasa (7/7). (BPBD UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Sumur bor milik Isnanwar, 40, warga Dusun Solong Timur, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, mengundang perhatian warga, Senin (6/7).

Pasalnya, sumur yang sedang dibor itu bukan mengeluarkan air, melainkan semburan api yang diduga dipicu gas dari dalam tanah.

Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurut dia, kejadian terjadi sekitar pukul 17.00 di lokasi pengeboran milik Isnanwar.Sumur bor tersebut diketahui milik Isnanwar, warga setempat, ujarnya.

Eko menjelaskan, pengeboran dimulai sejak Rabu (1/7). Selama enam hari, proses pengeboran dilakukan secara bertahap hingga mencapai kedalaman sekitar 42 meter.

Pada Senin pagi sekitar pukul 08.00, sumur sempat diuji dengan penyedotan air. Saat itu kondisinya masih normal dan mengeluarkan air.

Namun, sekitar pukul 13.00, dari lubang bor mulai tercium bau gas. Tak lama kemudian muncul kobaran api dengan tinggi sekitar satu meter.

Diduga sumur bor tersebut mengandung gas. Jika disulut akan menyemburkan api, sedangkan jika lubangnya ditutup kain, api akan padam, katanya.

Mantan Kapolsek Ketapang itu menambahkan, anggota Polsek Omben telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi.

Tujuannya, untuk mencegah warga mendekat dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin mengatakan, saat tim tiba di lokasi, api sudah padam.

Petugas kemudian memasang pipa paralon setinggi sekitar empat meter pada lubang sumur.

Paralon dipasang agar masyarakat tidak lagi menyulut api pada lubang sumur tersebut, ujarnya.

Hozin menduga kobaran api sebelumnya muncul setelah gas yang keluar dari lubang sumur disulut oleh warga.

Dari hasil pengecekan, memang tercium bau gas di sekitar lokasi, meski tidak terlalu menyengat.

Temuan tersebut telah dilaporkan kepada Bagian Perekonomian Pemkab Sampang untuk diteruskan kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain memasang paralon, petugas juga mempertahankan garis polisi di sekitar lokasi.

Masyarakat diimbau tidak melintasi area tersebut demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. (bai/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#lokasi pengeboran #Polsek Omben #sumur bor #BPBD Sampang #semburan api