SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Sampang menyiapkan kotak donasi sampah botol plastik di Alun-Alun Trunojoyo.
Namun, hal itu dikritisi oleh pemerhati lingkungan. Pasalnya, kotak tersebut disalahgunakan.
Pemerhati lingkungan Agus Hendro Purnomo menilai gagasan kotak donasi sampah botol plastik sudah bagus.
Namun, belum terealisasikan dengan maksimal. Itu terjadi karena minimnya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di kotak tersebut.
Dia mencermati, di wilayah Alun-Alun Sampang minim fasilitas tempat sampah.
Selain itu, sampah yang dimasukkan ke kotak donasi bukan berasal dari pengunjung alun-alun.
Kebanyakan sampah tersebut dibuang oleh pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sana.
”Mereka (PKL) beralasan, tempat sampah yang tersedia di alun-alun terlalu jauh,” ungkap pria yang juga pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sampang.
Hendro mengusulkan agar Pemkab Sampang memfasilitasi sampah khusus PKL. Dengan begitu, fungsi dari kotak donasi sampah tidak disalahgunakan.
”Kami sudah cermati, ternyata sampah itu banyak berasal dari PKL yang berjualan,” jelasnya.
Kepala DLH Perkim Sampang Faisol Ansori mengaku sudah menyosialisasikan kotak donasi sebagai tempat sampah khusus botol plastik.
Pihaknya juga sudah menyertakan keterangan terkait fungsi kotak tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya belum sesuai harapan.
”Kami akan terus melakukan pendekatan agar fasilitas kotak donasi dimanfaatkan sesuai fungsinya,” janjinya.
Berkaitan dengan tempat sampah khusus PKL, menurut Faisol tidak memungkinkan menyediakan satu tempat sampah untuk satu PKL.
Pihaknya sudah meminta agar para PKL membawa tempat sampah masing-masing.
”Tempat sampah yang di tengah itu untuk pengunjung, bukan PKL. PKL sudah kami minta membawa tempat sampah sendiri,” jelasnya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti