Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mulutmu Harimaumu! Akibat Sakit Hati Lantaran Sering Dimarahi, Keponakan Tega Bunuh Pamannya Sendiri, Bibi dan Anaknya Luka-Luka

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 13 Januari 2024 | 19:14 WIB

TELITI: Petugas melakukan olah TKP di Dusun Tekap, Desa Pandan, Kecamatan Omben, Jumat (12/1). (POLRES SAMPANG UNTUK JPRM)
TELITI: Petugas melakukan olah TKP di Dusun Tekap, Desa Pandan, Kecamatan Omben, Jumat (12/1). (POLRES SAMPANG UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Warga Dusun Tekap, Desa Pandan, Kecamatan Omben, digegerkan dengan peristiwa pembacokan tiga korban yang masih satu keluarga kemarin (12/1). Yaitu, ayah, ibu, dan anak.

Ironisnya, pelaku pembacokan masih memiliki ikatan keluarga dengan para korban.

Insiden berdarah tersebut diduga dilatarbelakangi sakit hati karena pelaku sering dimarahi oleh korban. Pembacokan itu membuat satu dari tiga korbannya tewas.

Kasihumas Polres Sampang Ipda Sujianto menyatakan, pelaku pembacokan satu keluarga tersebut Khoirul Alam.

Baca Juga: Seragam Satlinmas Telan APBD Ratusan Juta, Satpol PP Bangkalan: Itu Sudah Berkurang Signifikan daripada Tahun Lalu

Sedangkan korbannya adalah Saudi, 45, istrinya Mudirah, 43, dan anaknya LK, 10. Korban Saudi dinyatakan meninggal dunia dalam insiden itu.

 Sedangkan Mudirah dan LK dalam perawatan intensif medis. ”Korban Saudi dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

Sementara, istri dan anaknya masih bernapas saat kali pertama ditemukan oleh saksi. Kemudian, warga langsung mengevakuasi keduanya ke Puskesmas Omben,” jelasnya.

Saudi meninggal karena luka parah yang dialami. Dia diduga kehabisan darah sebelum dievakuasi warga ke puskesmas setempat.

Baca Juga: Lima Madrasah Baru Berdiri, Kemenag Bangkalan Kekurangan GTK

Ketiga korban itu ditusuk menggunakan sebilah pisau dapur yang dibawa oleh pelaku. Berdasarkan pemeriksaan polsisi, ada tujuh luka yang dialami para korban.

”Mulai dari luka robek di wajah sebelah kiri, pipi kiri, bahu kiri, dan dada sebelah kiri. Luka robek juga terjadi di rusuk sebelah kiri, pergelangan tangan kiri, dan perut sebelah kiri,” bebernya.

Suji mengungkapkan, polisi sudah mengamankan pelaku Khoirul Anam. Di hadapan penyidik, pria 30 tahun itu mengaku nekat membacok korban Saudi karena sering ditegur.

”Ini motif sementara. Kami masih memeriksa pelaku untuk pengembangan perkara,” ucap imbuhnya.

Khoirul sempat kabur usai membacok ketiga korbannya. Namun, pelarian Khoirul Anam terhenti setelah berhasil diringkus polisi.

Baca Juga: Bupati Sumenep Fauzi Bantu Korban Puting Beliung, Call Center 112 Selalu Siap Terima Aduan Kedaruratan

Dia sempat bersembunyi di wilayah Desa Rapa Daya, Kecamatan Omben, untuk menghindari pengejaran petugas.

Peristiwa berdarah itu didengar oleh salah satu warga bernama Mat Sair. Pria 54 tahun itu mengaku mendengar teriakan korban sekitar pukul 03.30. Sehingga, saksi segera menuju sumber suara yang berasal dari musala rumah korban.

Dalam perjalanan menuju tempat kejadian perkara (TKP), Mat Sair berpapasan dengan seseorang yang berlumuran darah sambil memegang pisau dapur.

Dia berhasil merebut pisau tersebut. Namun, tersangka melarikan diri.

Baca Juga: Empat Jenazah Korban Pembacokan di Tanjung Bumi Belum Dikembalikan ke Keluarga, Proses Autopsi Dikawal Ketat Polisi

”Melihat dua korban masih bernapas, warga langsung mengevakuasi mereka ke Puskesmas Omben untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Sementara, untuk korban Saudi diketahui meninggal di tempat,” sambungnya.

Mudirah dan LK kini kondisinya semakin membaik. Mudirah menjalani perawatan di Puskesmas Omben.

Sementara anaknya, LK sempat dirujuk ke RSUD dr Mohammad Zyn Sampang untuk menjalani operasi.

”Alhamdulillah, operasinya sudah selesai tadi (kemarin, Red). Anak tersebut mengalami luka di bagian lengan kiri. Saat ini dia masih dirawat di salah satu ruangan di rumah sakit,” tutur Humas RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Amin Jakfar Sadik. (afg/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#operasi #Trending #pembunuhan #rumah sakit #pelaku pembunuhan #puskesmas #ditusuk #sakit hati