SAMPANG, RadarMadura.id – Pembangunan lapangan sepak bola yang berlokasi di area Sampang Sport Center (SSC) tidak jelas. Buktinya, pembangunan sarana olahraga itu tidak masuk dalam APBD 2024.
Kepala Disporabudpar Sampang Marnilem mengaku sudah mengajukan anggaran pada banggar untuk melanjutkan pembangunan lapangan sepak bola.
Namun, belum disetujui. Pihaknya juga sudah mengajukan proposal untuk melanjutkan pembangunan lapangan sepak bola pada pemerintah pusat.
”Beberapa upaya sudah kami lakukan, termasuk mengajukan proposal ke pemerintah pusat. Tapi, sampai sekarang belum ada kabar,” ungkapnya.
Pembangunan lapangan sepak bola digagas sejak 2022. Total anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 3,9 miliar. Sementara dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lapangan sepak bola diperkirakan mencapai Rp 12 miliar.
Hingga sekarang pihaknya masih kesulitan untuk mendapatkan anggaran tersebut. ”Semua peluang anggaran sudah kami upayakan. Sementara ini belum ada pembangunan lanjutan,” paparnya.
Marnilem mengeklaim tetap berupaya untuk melanjutkan pembangunan lapangan sepak bola. Meski dia menilai bahwa konsep pembangunan belum matang. Menurutnya, seharusnya Pemkab Sampang membangun lapangan pengganti sebelum lapangan yang lama digusur.
”Idealnya memang dibangun dulu, baru lapangan digusur. Sehingga, pembangunan tetap berkesinambungan,” paparnya.
Baca Juga: MH Said Abdullah Minta PKK Dorong Kades Sejahterakan Masyarakat melalui Peran Ibu PKK
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sampang Nasafi mendorong agar pemkab tidak pasrah pada disporabudpar. Yakni, dalam mencari peluang anggaran untuk kelanjutan pembangunan lapangan sepak bola. Sebab, kekuatan politik yang dilakukan oleh Pemkab Sampang akan lebih berpengaruh.
”Bupati atau Wabup bisa menggunakan jalur politik untuk menarik anggaran dari pusat. Kalau mengandalkan disporabudpar tidak cukup,” tukasnya. (bil/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta