Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Al-Kholili Beringin Syahin Jalal, Berdakwah melalui Literasi Akan Abadi

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 13 April 2024 | 02:23 WIB
PRODUKTIF: Kiai Syahin Jalal menunjukkan buku pertamanya di kobungnya, Sabtu (6/4). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
PRODUKTIF: Kiai Syahin Jalal menunjukkan buku pertamanya di kobungnya, Sabtu (6/4). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Banyak cara yang bisa dilakukan dalam berdakwah. Kiai Syahin Jalal memilih jalan literasi sebagai media berdakwah.

Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Al-Kholili Beringin itu tertarik pada dunia literasi sejak mondok.

Warga Desa Tambak, Kecamatan Omben, Sampang, itu sedang berada di kobung (langgar) ketika Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkunjung Sabtu (6/4).

Dia menceritakan awal mula tertarik dalam dunia literasi saat masih duduk di bangku kelas IX MTs di Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan.

”Saya waktu kelas IX itu ikut kajian Komunitas Pinggiran Pegiat Literasi (Kopi) karena terbuka untuk umum. Di situlah saya mulai belajar menulis,” terangnya.

Kali pertama belajar menulis menggunakan cara manual pada kertas dengan tulis tangan. Kemudian, disalin dengan diketik pada komputer.

”Buku kali pertama yang saya buat yakni Buku Cerdas tentang Huruf yang berisi tentang faedah-faedah huruf ma’ani dan terus berlanjut sampai saat ini,” ujarnya.

Secara keseluruhan saat ini buku dan kitab hasil karyanya sebanyak 10 judul. Dia masih tekun menulis karena banyak permintaan dari masyarakat dan santri.

PRODUKTIF: Kiai Syahin Jalal menulis naskah buku di laptopnya, Sabtu (6/4). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
PRODUKTIF: Kiai Syahin Jalal menulis naskah buku di laptopnya, Sabtu (6/4). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

”Masih konsisten terus menulis sampai sekarang karena saya beriktikad untuk berdakwah melalui literasi,” terangnya.

Syahin menerangkan, buku dan kitab yang ditulisnya disesuaikan dengan zaman. Tujuannya, agar saat membaca masyarakat ataupun santri dapat dengan mudah memahami.

Baca Juga: Enam Alasan Mengapa Traveling Bukan Sekadar Liburan Biasa

”Dengan berdakwah melalui literasi tidak dikekang oleh zaman. Walaupun kita ada di Madura, buku atau kitab yang kita buat juga dapat dikenal hingga ke luar negeri,” terangnya.

Media untuk menyalurkan ilmu yang kita miliki sudah banyak dan gampang ditemukan.

Dia mengajak, khususnya anak muda, menyalurkan ilmu melalui literasi. ”Dengan menulis kita akan terasa hidup sepanjang masa,” tegasnya. (bai/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tulisan #literasi #buku #kitab #berdakwah #santri #Ponpes Mambaul Ulum