PAMEKASAN, RadarMadura.id – Banyaknya jabatan kepala sekolah (Kepsek) yang kosong di Kabupaten Pamekasan menuai sorotan. Kondisi ini juga mendapat atensi langsung dari Bupati KH Kholilurrahman. Dia memberi target dinas pendidikan dan kebudayaan (dispendikbud) untuk segera mengisi kekosongan tersebut di 2026.
Kepala Dispendikbud Pamekasan Akhmad Basri Yulianto menyatakan, pihaknya telah mengantongi calon Kepsek yang sudah meng-upload persyaratan melalui Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK). Jumlahnya sebanyak 102 orang, dengan perincian 88 calon Kepsek SD dan 14 calon Kepsek SMP.
”Kami sudah meminta para bakal calon kepala sekolah (BCKS) itu meng-upload surat keterangan bebas narkotika dan zat adiktif lainnya. Sehingga, 102 orang inilah yang akan segera kami tugaskan di sekolah-sekolah (menjadi Kepsek definitif, Red),” ujarnya.
Namun demikian, Basri menyebut penugasan tersebut tidak serta-merta dapat dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi. Sebab, proses penempatan sebagai Kepsek harus melalui tahapan pemasangan di SIM KSPSTK agar penugasannya sesuai dengan kebutuhan dan formasi di setiap sekolah.
Baca Juga: Terlapor Enggan Bayar Ganti Rugi, Polres Pamekasan Gagal Mediasi Kasus Dugaan Penipuan Haji
”Prosesnya dalam waktu dekat. Karena pada Sabtu (4/7), sebanyak 102 BCKS sudah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi,” ujarnya.
Basri menjelaskan bahwa proses penempatan kepala sekolah tidak berhenti pada tahap pemasangan di SIM KSPSTK. Sebelum surat penugasan diterbitkan, hasil pemetaan tersebut harus melalui pembahasan dan pertimbangan tim di tingkat pemerintah daerah untuk memastikan penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.
”Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dituntaskan. Sebab, pada Juli ini sudah ada (bakal calon Kepsek, Red), jadi tinggal dua tahapan lagi, yakni pemasangan di SIM KSPSTK dan pertimbangan dari tim,” tegasnya.
Diketahui jumlah kepala sekolah di Kabupaten Pamekasan yang dijabat pelaksana tugas (Plt) cukup banyak, yakni mencapai 121 sekolah. Perinciannya, 117 kepala sekolah dasar (SD) dan empat kepala sekolah menengah pertama (SMP). (lil/bil)
Editor : Anis Billah