Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Komisi II: Prioritaskan DBHCHT untuk Pertanian, Pemkab Pamekasan Sediakan Anggaran Sarana Pascapanen

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 9 Juli 2026 | 09:37 WIB
GRAFIS: Perincian Pengadaan Mesin Perajang Tembakau. (Dibantu AI)
GRAFIS: Perincian Pengadaan Mesin Perajang Tembakau. (Dibantu AI)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian tembakau berlanjut.

Tahun ini Pemkab Pamekasan menyiapkan anggaran untuk pengadaan sarana pascapanen bagi petani.

Pengadaan itu berupa 40 unit mesin perajang tembakau. Anggaran yang melekat di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan itu mencapai Rp 717.016.932 (lihat grafis).

Rencana pemanfaatan barang dijadwalkan mulai Juni hingga Desember 2026.

Baca Juga: Mayoritas Lahan Bermasalah, Hanya Sembilan CPB BSPS yang Punya SPPT

Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai sasaran penerima bantuan tersebut.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berupaya meminta konfirmasi kepada Plt Kepala DKPP Pamekasan Almara Sugandi.

Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi mengapresiasi langkah pemerintah yang mengalokasikan bantuan bagi petani.

Menurut dia, petani membutuhkan keberpihakan sejak masa tanam hingga pascapanen.

”Petani memang butuh keberpihakan pemerintah, mulai dari awal hingga pascapanen tembakau. Kalau tidak keliru, anggaran itu berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT),” ujarnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap alokasi DBHCHT lebih banyak diarahkan untuk sektor pertanian. Baik pembangunan irigasi maupun bantuan sarana produksi yang lainnya.

Menurut dia, sektor pertanian masih menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah sekaligus menyerap tenaga kerja paling besar.

Baca Juga: Sopir Ngantuk, Truk Bermuatan Pasir Terguling

Karena itu, pembagian DBHCHT perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut. 

Faridi mengatakan, selama ini alokasi DBHCHT cukup banyak terserap untuk pembangunan maupun perbaikan akses jalan menuju gudang rokok, serta program bantuan langsung tunai (BLT).

Menurut dia, kedua program tersebut tetap penting dan perlu dilanjutkan.

Namun, Faridi berharap porsi anggaran DBHCHT ke depan lebih banyak diarahkan untuk sektor pertanian.

Sebab, pertanian menjadi penopang utama perekonomian Pamekasan sekaligus menyerap tenaga kerja terbesar.

”Bukan berarti pembangunan jalan ke gudang rokok atau BLT tidak penting. Itu tetap perlu. Hanya, porsi untuk kegiatan pertanian perlu diperbesar, seperti irigasi, sarana produksi, hingga bantuan mesin perajang. Dengan begitu, produktivitas petani juga akan meningkat,” tegasnya. (afg/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sarana pascapanen #tembakau #dkpp pamekasan #sektor pertanian #DBHCHT