Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ratusan Posyandu Belum Bertsatus Mandiri, Dinkes Pamekasan Imbau Masyarakat Deteksi Dini Kesehatan Ibu dan Anak

Fatmasari Margaretta • Minggu, 7 Januari 2024 | 00:29 WIB

SEHAT: Dua bocah sedang bermain di Alun-Alun Arek Lancor Pamekasan, Jumat (6/1). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
SEHAT: Dua bocah sedang bermain di Alun-Alun Arek Lancor Pamekasan, Jumat (6/1). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pos pelayanan terpadu (posyandu) di Kabupaten Pamekasan mencapai ratusan. Namun, yang berstatus sebagai posyandu mandiri masih sangat minim. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat, jumlahnya baru 57 posyandu.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pamekasan Achmad Syamlan mengatakan, posyandu terbentuk di semua desa di Kota Gerbang Salam. Secara akumulatif, yang terbentuk sudah 993 posyandu. ”Tapi, semuanya belum terkategori sebagai posyandu mandiri,” ujarnya.

Baca Juga: Maulana Ramadhan Jadi Tumpuan Lini Depan Persepam Pamekasan

Dia menjelaskan, posyandu dibagi menjadi empat kualifikasi. Yakni, pratama, madya, purnama, dan mandiri. Sedangkan saat ini tingkatan posyandu yang masuk kategori pratama lima, madya 335, dan mandiri 57. ”Paling banyak posyandu tingkatan purnama sebanyak 596 posyandu,” ujarnya.

Banyaknya posyandu yang belum berstatus mandiri disebabkan minimnya kesadaran masyarakat untuk pemeriksaan. Namun, pihaknya berjanji akan terus meningkatkan kualifikasi posyandu agar berstatus mandiri.

Yakni, memasifkan pendampingan terhadap posyandu yang belum mandiri sehingga bisa meningkat tahun ini menjadi posyandu mandiri. ”Terutama, posyandu purnama,” tuturnya.

Posyandu berperan penting untuk meningkatkan usaha kesehatan masyarakat (UKM). Khususnya, bagi ibu dan anak. Sebab, tujuan adanya posyandu yaitu mendeteksi kesehatan masyarakat sejak dini.

Baca Juga: Meski Minim Anggaran, KONI Sampang Tetap Dorong Cabor Aktif dan Berprestasi

”Deteksi dini itu berupa pemeriksaan gizi buruk anak, memantau angka stunting, memantau masa kehamilan ibu, dan melakukan imunisasi terhadap anak agar terhindar dari penyakit,” ujarnya.

Pria berbadan tegap itu mengaku terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar datang ke posyandu untuk deteksi dini kesehatan ibu dan anak. Suksesi program nasional tersebut membutuhkan peran semua stakeholder. Salah satunya, pemerintah desa (pemdes) di setiap lokasi posyandu tersebut.

”Tujuan utama posyandu untuk kesehatan masyarakat. Mari datang ke posyandu,” ajaknya. (bai/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#posyandu #Trending #anak-anak #pamekasan #berita pamekasan #ibu dan anak #mandiri #kesehatan #deteksi dini