BANGKALAN, RadarMadura.id - Kecantikan modern bukan sekadar dipengaruhi olesan gincu merah dan goresan pensil alis.
Seni merias wajah atau make up kini telah menjelma sebagai kebutuhan primer bagi sebagian besar kaum hawa, karena itu bisa guna menunjang kepercayaannya saat beraktivitas di ruang publik.
Bagi para pencinta make up, foundation atau alas bedak menjadi salah kunci utama estetika wajah.
Fungsinya cukup krusial, yakni meratakan warna kulit, menyamarkan noda hitam, hingga menutupi bekas jerawat yang membandel.
Tanpa alas bedak yang kukuh, riasan seakan hambar dan tak bertahan lama. Seperti yang dilakukan oleh Aqbila Rizqi Ameliya.
Dia tidak sembarangan dalam memilih foundation. Setidaknya terdapat tiga jenis tekstur foundation yang paling banyak ditemui di pasaram.
Antara lain, bertekstur cair yang ramah untuk hampir semua jenis kulit. Kemudian, powder foundation, yang berbentuk bedak praktis serta sangat cocok bagi kaum hawa dewan kulit berminyak.
”Terakhir, liquid foundation yang cocok hampir untuk semua jenis kulit,” jelasnya.
Saat ini, tren bergeser ke arah yang lebih ringkas dengan hadirnya cushion foundation.
Produk yang satu ini merupakan modifikasi alas bedak cair yang dikemas dalam bantalan spons. Sehingga dapat dibawa ke mana saja, mudah diaplikasikan, dan mampu memberikan hasil akhir yang tampak segar pada wajah.
Menurut Aqbila, ada satu hal yang sering kali luput dari perhatian para pemula. Yakni mengenali undertone atau rona dasar kulit.
Padahal, cara mendeteksinya cukup sederhana, cukup dengan mengamati warna urat nadi di pergelangan tangan di bawah cahaya terang.
”Jika urat nadi cenderung berwarna biru atau ungu, itu tandanya kita memiliki cool undertone,” ucapnya.
Sebaliknya, jika guratan urat nadi lebih dominan hijau, maka kulit masuk dalam kategori warm undertone.
Sementara bagi pengguna yang mendapati kombinasi hijau dan biru pada nadinya, dapat dipastikan memiliki neutral undertone yang cenderung fleksibel untuk segala jenis warna kosmetik.
”Tingkat kemampuan alas bedak terbagi menjadi tiga tingkatan: sheer coverage untuk hasil tipis alami, medium coverage yang sanggup menyembunyikan sebagian noda, serta full coverage yang mampu menutup rapat hampir seluruh ketidaksempurnaan wajah,” katanya.
Aqbila menjelaskan, untuk pengaplikasian alas bedak, dia menyarankan agar diawali penggunaan primer terlebih dahulu.
Produk pemulas awal tersebut berfungsi menghaluskan permukaan kulit dan menyamarkan pori-pori.
Dampak yang dapat ditimbulkan, foundation bisa lebih mudah menempel. Sedangkan bagi pengguna yang memiliki kulit berminyak akibat cuaca tropis, formulasi produk harus diperhatikan secara detail.
Aqbila merekomendasikan untuk memilih produk berlabel matte, oil-free (bebas minyak), serta non-comedogenic.
”Formula ini ampuh mengontrol kilap sekaligus mencegah penyumbatan pori-pori pelindung wajah,” urainya.
Tidak hanya itu, persoalan klasik yang sering memicu keluhan adalah efek oksidasi.
Yaitu warna foundation mendadak berubah menjadi gelap setelah beberapa jam pemakaian.
Tantangan itu bisa disiasati dengan menggunakan primer dan memilih warna alas bedak satu tingkat lebih terang dari warna asli kulit.
Sementara penggunaan spons disukai karena menghasilkan tampilan yang jauh lebih natural dan menyatu dengan kulit. Meskipun konsekuensinya cairan kosmetik akan lebih banyak terserap.
Sementara itu, kuas menawarkan daya tutup yang lebih tinggi dan hemat produk, walau menuntut teknik sapuan yang lebih lihai agar tidak bergaris.
”Fleksible sesuai kesukaan penggunanya, ada yang lebih nyaman menggunakan spons ada juga yang lebih suka pakai kuas,” tuturnya.
Pemilik kulit sensitif atau rentan berjerawat disarankan berhati dalam memilih produk foundation.
Dia menyarankan agar membeli produk yang bebas dari kandungan pewangi buatan dan alkohol berlebih.
Misalnya, memilih produk berbahan dasar air (water-based) yang terasa lebih ringan di wajah. ”Semenetara bahan dasar silikon yang mengandung dimethicone bisa dipilih jika menginginkan hasil akhir yang super halus dan mampu menyamarkan tekstur kulit dengan sempurna,” paparnya.
Foundation Mahal Tak Jamin Cocok ke Semua Kulit
Dunia kecantikan modern kerap kali menjanjikan kesempurnaan visual lewat sebotol foundation atau alas bedak. Namun, tak jarang kaum hawa yang mengeluhkan hasil riasan terlihat pecah.
Masalah klasik itu bukan tanpa sebab. Kulit yang terlalu kering, pengaplikasian produk yang berlebihan, hingga salah memilih formula yang tak selaras dengan jenis kulit, bisa menjadi pemicu utamanya.
Rahasia riasan yang kokoh dan tahan lama sejatinya terletak pada sentuhan pengunci yang tepat dan peran penting setingan powder.
Bukan sekadar pelengkap, bedak bekerja ekstra untuk mengunci foundation agar tidak mudah bergeser dari posisinya.
”Bedak ampuh mereduksi kilap akibat produksi minyak berlebih di wajah, sekaligus membuat riasan tetap prima,” ujar Aqbila.
Aqbila menyatakan, banyak orang yang mengira foundation yang dilabeli sudah cukup melindungi wajah dari paparan ultraviolet.
Padahal faktanya tidak demikian, takaran kosmetik yang diaplikasikan ke wajah biasanya terlalu tipis untuk memenuhi standar perlindungan medis.
”Tetaplah mengoleskan sunscreen atau tabir surya secara merata,” sarannya.
Langkah paling bijak adalah memilih foundation bertekstur ringan yang kaya akan pelembap.
Teknik aplikasinya pun harus diubah, ratakan produk secara tipis menggunakan spons lembap atau kuas khusus, lalu sebisa mungkin kurangi penggunaan bedak secara berlebihan agar kerutan alami wajah samar.
Hal yang tidak kalah penting adalah menghapus alas bedak yang menempel di wajah.
Penghapusan tidak bisa dilakukan secara instan demi menghindari penyumbatan pori-pori yang memicu komedo dan jerawat.
Metode double cleansing biasanya sering dilakukan sebagian besar pengguna.
”Langkah awal dimulai dengan mengangkat sisa kosmetik menggunakan cleansing oil atau micellar water, kemudian disempurnakan dengan basuhan facial wash agar wajah bersih,” ucapnya.
Sebagai pengguna foundation, Aqbila juga merekomendasikan berbagai pilihan produk sesuai harga yang tetap ramah di kantong.
Dengan harga Rp 20.000 – 100.000 pengguna bisa memilikinya. Sementara untuk kelas premium bisa dibanderol seharga Rp 400.000 - 1.000.000.
”Kualitas foundation dari suatu merek tidak selalu cocok untuk semua orang karena setiap produk memiliki formula yang berbeda. Kecocokan foundation lebih dipengaruhi oleh jenis kulit, kondisi kulit, dan kebutuhan masing-masing pengguna,” tandasnya. (za/jup)
Editor : Amin Basiri