RadarMadura.id — Dalam dunia anime dan manga, tokoh utama dalam cerita shonen sering kali berasal dari garis keturunan yang luar biasa.
Contoh paling jelas adalah karakter-karakter seperti Naruto Uzumaki yang berasal dari klan Uzumaki, atau Monkey D. Luffy dari keluarga D.
Namun, Hajime Isayama, pencipta Attack on Titan, memutuskan untuk merancang Eren Yeager dengan latar belakang yang berbeda dari kebanyakan tokoh utama shonen.
Lahir dari Keluarga Biasa
Tidak seperti banyak protagonis shonen lainnya, Eren Yeager tidak berasal dari keluarga atau klan yang memiliki kekuatan luar biasa.
Dia hanyalah anak dari keluarga biasa, tanpa garis keturunan khusus yang mewarisi kekuatan hebat.
Menurut Isayama, keputusan ini dibuat untuk menekankan bahwa Eren adalah karakter yang tumbuh dan berkembang melalui perjuangan dan tekadnya sendiri, bukan karena darah keturunan yang istimewa.
Desain Attack Titan yang Terinspirasi dari Yushin Okami
Sebagai penggemar berat Mixed Martial Arts (MMA), Hajime Isayama mengambil inspirasi dari dunia tersebut dalam mendesain Attack Titan milik Eren. Isayama mengungkapkan bahwa desain Attack Titan Eren terinspirasi oleh Yushin Okami, seorang atlet MMA terkenal dari Jepang.
Bentuk fisik dan gaya bertarung Okami yang kuat dan tangguh tercermin dalam Attack Titan, yang memiliki otot-otot yang jelas dan sikap yang agresif di medan perang.
Memiliki Lebih dari Dua Kekuatan Titan
Pada awalnya, banyak penggemar yang beranggapan bahwa seorang keturunan Fritz atau Eldia hanya dapat menguasai satu kekuatan Titan. Namun, Eren Yeager membuktikan hal tersebut salah.
Dia adalah salah satu karakter yang berhasil menguasai lebih dari dua kekuatan Titan, yaitu Founding Titan, Attack Titan, dan War Hammer Titan.
Dengan kekuatan Founding Titan, Eren mampu mengendalikan Titan lainnya dan bahkan memanggil Titan terdahulu untuk membantu dalam pertempuran, menjadikannya salah satu karakter paling kuat dan kompleks dalam cerita.
Tantangan dalam Menciptakan Karakter Eren Yeager
Hajime Isayama mengakui bahwa menciptakan karakter Eren Yeager bukanlah tugas yang mudah. Dia mengaku mengalami kesulitan karena kepribadian Eren yang sangat berbeda dengan dirinya.
Isayama juga merasa bahwa banyak pembaca mungkin tidak menyukai Eren, meskipun pada kenyataannya Eren menjadi salah satu karakter paling populer di serial ini.
Baru setelah karakter Eren dihidupkan dalam anime dan disuarakan oleh Yuki Kaji, Isayama merasa lebih memahami bagaimana Eren harus dipresentasikan.
Hubungan dengan Grisha Yeager
Sebagai anak dari Grisha Yeager, Eren juga mewarisi kekuatan Attack Titan dari ayahnya. Namun, ada perbedaan fisik yang mencolok antara Attack Titan Grisha dan Eren.
Attack Titan Grisha memiliki tubuh yang lebih besar dan berotot, dengan tinggi mencapai 15 meter, berbeda dengan Attack Titan Eren yang memiliki postur lebih ramping.
Hubungan ini juga menunjukkan bahwa kekuatan Titan bukanlah sesuatu yang seragam, melainkan dapat berbeda tergantung pada penggunanya.
Kemampuan untuk Melihat Masa Depan
Sebagai pewaris Attack Titan, Eren diberkahi dengan kemampuan unik untuk melihat ke masa depan. Kemampuan ini tidak hanya membantunya dalam pertempuran, tetapi juga mengungkap rahasia besar terkait Founding Titan.
Dengan kemampuan ini, Eren mampu merencanakan strategi jangka panjang yang pada akhirnya membawa perubahan besar dalam alur cerita.
Eren Yeager bukanlah karakter shonen biasa. Dengan latar belakang yang sederhana, kekuatan yang kompleks, dan desain karakter yang unik, Eren membawa warna baru dalam dunia shonen, menjadikannya salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah anime dan manga. (hasan)
Editor : Hasan Bashri