RadarMadura.id— Siapa bilang liburan sekolah harus mahal? Kota Malang menawarkan banyak pilihan wisata gratis yang bisa dinikmati pelajar tanpa menguras isi dompet. Mulai dari taman kota hingga situs bersejarah, semuanya bisa dikunjungi tanpa tiket masuk.
Kota yang terkenal dengan udaranya yang sejuk ini memang tak pernah kehabisan daya tarik. Tak hanya wisata alam atau kuliner, Malang juga memiliki sejumlah area publik dan destinasi edukatif yang ramah bagi pelajar.
Asalkan pengunjung menjaga kebersihan dan ketertiban, pengalaman liburan pun akan tetap menyenangkan meski tanpa biaya besar.
Alun-alun Kota Malang: Pusat Aktivitas Warga
Alun-alun Kota Malang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk bersantai. Tak hanya gratis, fasilitas di area ini juga lengkap.
Cukup membayar parkir sebesar Rp 2.000 untuk motor atau Rp 5.000 untuk mobil, pengunjung bisa menikmati suasana kota yang hidup sepanjang hari.
Dari bersepeda, jogging, hingga berburu kuliner kaki lima, semua bisa dilakukan di sini. Bagi keluarga yang membawa anak-anak, tersedia playground gratis yang menjadi daya tarik tersendiri.
Tak heran jika setiap libur sekolah, Alun-alun Kota Malang selalu ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah.
Naik Macito: Keliling Kota Gratis dengan Bus Wisata
Bagi pelajar yang ingin menjelajah ikon-ikon Kota Malang tanpa biaya, cobalah naik Malang City Tour (Macito). Bus wisata warna-warni ini disediakan gratis oleh Pemerintah Kota Malang sejak Oktober 2022.
Dengan durasi perjalanan sekitar 25 menit, penumpang akan diajak melintasi sejumlah landmark seperti Alun-alun Merdeka, Jalan Ijen, Oro-Oro Dowo, hingga kawasan heritage Kayutangan.
Untuk menaikinya, cukup memesan tiket melalui aplikasi Macito dan bersiap menikmati perjalanan seru keliling kota tanpa keluar uang.
Taman Trunojoyo: Ruang Publik Nyaman di Tengah Kota
Tak jauh dari Stasiun Malang Kota Baru, Taman Trunojoyo hadir sebagai oase hijau bagi warga dan wisatawan.
Area ini tertata rapi dengan pepohonan rindang, area olahraga, serta playground anak yang bisa digunakan gratis.
Taman ini juga sering dijadikan tempat kumpul komunitas dan ajang rekreasi keluarga.
Banyak pelajar memanfaatkan tempat ini untuk belajar di alam terbuka atau sekadar bersantai sambil menikmati jajanan khas Malang yang dijual di sekitar taman.
Hutan Kota Malabar: Tempat Teduh di Tengah Hiruk Pikuk Kota
Di kawasan Oro-Oro Dowo, Hutan Kota Malabar menjadi destinasi favorit bagi mereka yang ingin menikmati ketenangan tanpa harus meninggalkan pusat kota. Dipenuhi pepohonan besar, udara di sini terasa sejuk dan menenangkan.
Pengunjung bisa berolahraga ringan, membaca buku, atau sekadar duduk santai menikmati suasana alam. Tak jarang, pelajar datang ke tempat ini untuk mencari inspirasi atau membuat konten edukatif bertema lingkungan.
Candi Badut: Jejak Sejarah di Tengah Modernitas Malang
Liburan juga bisa menjadi ajang belajar sejarah. Salah satu destinasi edukatif gratis di Malang adalah Candi Badut, situs bersejarah peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8.
Candi bercorak Hindu ini terletak di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau. Menariknya, Candi Badut merupakan candi tertua di Jawa Timur.
Nama “Badut” sendiri diambil dari nama kecil Raja Gajayana, “Liswa”, yang dalam bahasa Sanskerta bermakna “pelawak” atau “penghibur”.
Selain mempelajari sejarah, pengunjung juga bisa berfoto di area candi yang asri dan tenang. Spot ini sering dijadikan lokasi belajar sejarah oleh siswa sekolah menengah di Malang dan sekitarnya.
Liburan Hemat, Seru, dan Bermakna
Lima destinasi wisata gratis di atas membuktikan bahwa berlibur tak harus mahal. Dengan sedikit kreativitas dan rasa ingin tahu, pelajar bisa menikmati waktu liburan sambil memperluas wawasan.
Malang bukan hanya kota wisata, tapi juga ruang belajar terbuka yang menginspirasi siapa pun yang datang berkunjung. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila