RadarMadura.id— Gunung sering kali kita kenal dengan puncaknya yang menjulang tinggi hingga ribuan meter di atas permukaan laut. Namun, tahukah kamu bahwa beberapa gunung yang kita lihat sekarang, dulunya mungkin pernah tersembunyi di dasar laut?
Fakta geologis ini mengungkapkan bagaimana proses alam selama jutaan tahun mengubah pemandangan Bumi kita. Berikut ini adalah beberapa gunung yang dulunya berada di bawah permukaan laut dan kini menjulang tinggi.
1. Gunung Everest: "Atap Dunia" yang Pernah Tersembunyi di Laut
Gunung Everest, yang terkenal sebagai puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.849 meter di atas permukaan laut, ternyata memiliki sejarah yang mengejutkan. Dilansir dari International Commission on Geoheritage, puncak Everest dulunya adalah bagian dari dasar Laut Tethyan yang ada sekitar 400 juta tahun lalu.
Proses geologis yang terjadi ketika lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia bertabrakan sekitar 65 juta tahun yang lalu menyebabkan laut tersebut hilang dan mengangkat dasar laut menjadi puncak gunung.
Penelitian terhadap batuan di puncak Everest menunjukkan adanya batu kapur, marmer, granit, serta fosil-fosil hewan laut kuno yang telah punah, seperti brakiopoda dan krinoid. Hal ini menegaskan bahwa Everest, yang kita kenal sekarang, dulunya merupakan bagian dari dasar laut.
2. Mauna Kea, Hawaii: Gunung Tertinggi dari Laut Hingga Langit
Walaupun Gunung Everest diakui sebagai gunung tertinggi di dunia, Mauna Kea di Hawaii sering kali disebut-sebut sebagai "gunung tertinggi" jika dihitung dari dasar laut. Gunung yang memiliki ketinggian 4.205 meter di atas permukaan laut ini ternyata masih memiliki sekitar 6.005 meter yang tersembunyi di bawah Samudra Pasifik, menjadikannya total memiliki ketinggian 10.210 meter.
Mauna Kea terbentuk dari aliran lava yang berasal dari dasar laut, akibat pergerakan Lempeng Pasifik di atas titik panas Hawaii. Selama ribuan tahun, akumulasi lava yang mengalir di bawah permukaan menciptakan gunung berapi yang akhirnya menjulang tinggi di atas permukaan laut.
3. Gunung Etna, Italia: Sejarah Bawah Laut yang Mengagumkan
Terletak di Sisilia, Italia, Gunung Etna merupakan gunung tertinggi di Benua Eropa dengan ketinggian mencapai 3.350 meter di atas permukaan laut. Namun, jika kita melihat ke masa lalu, sekitar 100.000 tahun yang lalu, gunung ini berada di bawah laut. Gunung Etna terbentuk akibat aktivitas vulkanik di bawah Laut Mediterania yang dihasilkan oleh pergerakan lempeng Eurasia dan Afrika.
Proses geologis yang terjadi di bawah laut ini menghasilkan lava bantal, jenis lava yang hanya terbentuk ketika magma panas bertemu dengan air dan mengeras. Lava bantal ini menjadi bukti bahwa Gunung Etna dulunya adalah gunung bawah laut yang kemudian terangkat ke permukaan akibat pergerakan lempeng Bumi.
Proses pembentukan gunung tak hanya terjadi dalam hitungan hari, melainkan melalui perubahan geologis yang berlangsung selama jutaan tahun. Tabraan lempeng tektonik dan perubahan permukaan laut adalah faktor utama yang menyebabkan gunung-gunung ini muncul dari dasar laut.
Fakta-fakta ini mengajarkan kita bahwa pemandangan Bumi yang kita lihat hari ini bukanlah hasil dari kejadian instan, melainkan proses panjang yang penuh dengan perubahan besar.
Dengan memahami sejarah geologis Bumi, kita bisa lebih menghargai keajaiban alam yang ada di sekitar kita. Jadi, ketika kamu mengamati gunung-gunung yang menjulang tinggi, ingatlah bahwa mereka dulunya pernah berada jauh di bawah laut.
Editor : Hasan Bashri