Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dorong Optimalisasi Pengelolaan Pascapanen, Untuk Jadikan Pertanian sebagai Ekosistem Ekonomi Baru

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 9 Juli 2026 | 05:49 WIB
DI-LAUNCHING: Bupati Bangkalan Lukman Hakim memotong pita dalam acara peresmian mesin penggilingan padi di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Selasa (7/7). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
DI-LAUNCHING: Bupati Bangkalan Lukman Hakim memotong pita dalam acara peresmian mesin penggilingan padi di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Selasa (7/7). (PROKOPIM UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim meresmikan mesin penggilingan padi milik salah satu produsen beras di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Selasa (7/7).

Itu merupakan bentuk nyata keseriusan pemkab dalam rangka menjadikan pertanian sebagai ekosistem ekonomi baru dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Orang nomor satu di Bangkalan itu memaparkan, Kota Salak memiliki potensi pertanian yang sangat luar biasa.

Namun, potensi tersebut masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat, khususnya petani.

Sebab, pertanian dianggap tak bisa menjamin kesejahteraan masyarakat. Padahal, yang menjadi masalah selama ini bukan hasil pertaniannya, melainkan tata kelola pascapanen yang belum maksimal.

Mayoritas petani di Bangkalan menjual gabah pascapanen. Langkah tersebut dianggap tak menguntungkan secara ekonomi bagi para petani.

”Harga gabah dan beras jelas berbeda. Makanya kami akan mendorong agar petani tak menjual bahan mentah, agar nilai jualnya lebih ekonomis,” ujarnya.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan Pemkab Bangkalan adalah menyediakan tempat pengolahan hasil pertanian.

Dan, berupaya mendorong petani dengan meningkatkan hasil produktivitas pertanian.

”Misalnya, pemberian bantuan penggilingan padi, alat mesin pertanian (alsintan), dan pembangunan saluran menuju sawah,” imbuhnya.

Lukman menambahkan, hasil produksi beras petani asal Bangkalan kualitasnya cukup baik. Mayoritas berkualitas medium, bahkan banyak yang mendekati premium.

”Untuk beras medium harganya Rp 13.500. Sementara beras premium harganya bebas di pasaran,” katanya. (jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tata kelola pascapanen #ekosistem ekonomi baru #alsintan #mesin penggilingan padi #potensi pertanian