BANGKALAN, RadarMadura.id – Bus Trans Bangkalan sudah tidak lagi mengaspal. Sebab, keterbatasan biaya operasional. Sehingga, kendaraan yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan tersebut harus dikandangkan.
Kepala Dishub Bangkalan Akhamd Roniyun Hamid menyatakan, lembaganya tidak bisa memaksakan pengoperasian kendaraan bus Trans Bangkalan. Sebab, biaya operasional kendaraan itu memang tidak dianggarkan.
”Sementara hanya melayani antar jemput mahasiswa IAI Syaikhona Muhamamad Kholil, ada dua bus yang digunakan,” jelasnya.
Bus Trans Bangkalan juga dipinjam untuk kegiatan instansi pemerintahan dan lembaga pendidikan. Lembaganya tidak mematok biaya dalam pemanfaatan aset itu. Peminjam hanya perlu mengganti biaya bahan bakar minyak (BBM) dan perawatan.
”Cukup mengisi solar, sedangkan untuk biaya pemeliharaan hanya Rp 200 ribu. Itu pun hanya untuk masyarakat umum. Kalau untuk instansi pemerintah tidak perlu (membayar biaya perawatan),” paparnya.
Pria yang biasa disapa Oon itu mengaku sudah meminta kepala daerah agar menghapus aset yang tidak produktif tersebut. Yakni, melalui skema lelang terbuka di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
”Sudah kami sampaikan untuk dilelang dan diganti dengan bus yang lebih kecil,” katanya.
Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhur Rosi menyatakan, pengoperasian bus Trans Bangkalan selama ini tidak maksimal. Pihaknya sepakat jika tujuh unit kendaraan itu dilelang. Sehingga, menjadi tambahan pendapatan bagi pemkab.
”Cukup sisakan satu atau dua bus saja, atau beli bus yang lebih kecil agar tetap bisa menjadi feeder Trans Jatim,” katanya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti