BANGKALAN, RadarMadura.id – Kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan atensi khusus kepolisian.
Salah satunya, kegiatan balapan liar dan perang sarung.
Wakapolres Bangkalan Kompol Andi Febrianto mengutarakan, Ramadan tahun ini diwarnai berbagai berbagai kegiatan negatif, yaitu perang sarung yang terjadi di dua lokasi berbeda.
Yakni, di Jalan Raya Trunojoyo, Bangkalan, dan di wilayah Kecamatan Burneh.
”Kami setiap malam turun memantau masyarakat yang melaksanakan sahur on the road,” ucapnya.
Andi mengakui balapan liar menjadi kegiatan yang paling marak terjadi selama Ramadan.
Oleh sebab itu, membentuk tim yang dikendalikan perwira pengawas (Pawas) yang dibantu oleh dua perwira pengendali (Padal).
”Setiap hari satu Pawas dibantu oleh satu Padal pada saat melaksanakan kegiatan patroli setiap malam,” ujarnya.
Andi mengimbau masyarakat menghindari kegiatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri. Seperti perang sarung dan balapan liar.
Para pelaku yang mengganggu ketertiban dan keamanan bisa dipidanakan.
Tindakan preventif yang dilakukan yaitu menyiagakan personel polisi di titik-titik yang sering dijadikan tempat kegiatan menyimpang.
Yaitu, seperti balapan liar (bali) dan perang sarung. Tujuan dari tindakan yang dilakukan yaitu mengurungkan niat buruk.
”Untuk saat ini anggota harus datang lebih awal ke lokasi yang diduga rawan dijadikan tempat kegiatan negatif,” tandasnya. (za/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta