Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menguatkan Pemahaman Politik Masyarakat

H
Zaitur Rahem
Zaitur Rahem

Oleh ZAITUR RAHEM


Advertisement

PESTA demokrasi di tanah air kembali segera dilaksanakan. Pernak-perniknya sudah tersampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Baik berupa sajian teks, banner, atau sosialisasi langsung pihak yang akan terlibat dalam pelaksanaan pesta demokrasi nanti. Semua penjuru kawasan tanah air menyimak, menyaksikan, dan mengetahui bahwa pelaksanaan pemilihan presiden dan perwakilan rakyat akan digelar dalam waktu dekat. Realitas demokrasi ini bukan sesuatu yang baru. Sebab, dalam setiap tahunnya agenda pemilihan ini menjadi kegiatan rutin pemerintah/pelaksana kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan pemilihan pemimpin rakyat ini secara tidak langsung menjadi sekolah politik bagi seluruh masyarakat di tanah air. Pesta demokrasi dengan berbagai tahapannya, dalam teknis pelaksanaannya sudah dilaksanakan melalui mekanisme yang sangat terperinci sekali. Panitia pelaksana kegiatan, mulai dari tingkat pusat hingga di pelosok desa menyosialisasikan semua tahapan pelaksanaan kegiatan pesta demokrasi ini. Yang lebih keren, semua tahapan bisa dipantau melalui perkembangan teknologi.

Politik memang selama ini dianggap menjadi sesuatu yang menarik dan tidak menarik oleh sekelompok orang/warga. Semua perbedaan pandangan terhadap konteks politik semacam ini menjadi potret pemahaman yang juga sangat keren. Alasannya sederhana, dari pandangan yang menarik dan tidak menarik sama-sama akan menjadi perbendaharaan pembelajaran tentang politik.

Advertisement

Zaman ini sudah sangat tua, menurut sebagian orang. Sehingga, menafsir realitas ini membutuhkan kompleksitas energi yang mumpuni. Energi itu adalah keterbukaan pikiran dan pemikiran kita untuk menerima hal yang baru di zaman kita ada. Selain itu, semua komponen masyarakat juga harus sadar dan menyadari bahwa sesungguhnya inilah realitas hidup yang sesungguhnya.

Kenyataan pelaksanaan pesta demokrasi ini setidaknya bisa dinikmati oleh semua warga di belahan Indonesia dan harus menjadi momentum evaluasi. Bagi sekelompok warga yang masih menganggap pesta demokrasi ini tidak penting, mari kembali ke konsep yang lebih baik. Kebijaksanaan dalam melihat perbedaan tafsir tentang realitas di sekitar akan menjadi salah satu tanda bahwa peradaban mulai ada. Setidaknya ini juga akan menjadi indikator bahwa masyarakat kita sudah mulai cerdas. Masyarakat sudah mulai benar-benar menyadari bahwa setiap agenda yang dilaksanakan oleh pemerintah memang menjadi pembelajaran penting untuk dihayati. Sisi pendidikan politik semacam ini, menurut hemat penulis, menjadi acuan untuk menikmati semua proses politik yang sedang berjalan saat ini.

Pembelajaran politik penting semakin dikuatkan di tengah masyarakat. Khususnya masyarakat di arus bawah. Arus bawah di sini adalah warga yang selama ini memang masih membutuhkan pendampingan serius mengenai banyak hal tentang sesuatu yang baru yang sedang berjalan. Pembelajaran politik kepada mereka ini akan mendorong pergerakan pengetahuan tentang politik menjadi lebih kuat lagi.

Advertisement

Pesta politik yang dilaksanakan setiap tahun substansinya adalah memberikan pembelajaran masyarakat tentang sikap dan kedewasaan dalam menjalankan perannya masing-masing. Kedewasaan dalam berpolitik dan menafsir realitas politik yang sedang berkembang saat ini semoga terus berkembang. Sehingga, setiap konflik atau gesekan yang akan menodai hubungan kemasyarakatan bisa dihindari dan tidak pernah terjadi. (*)

*)Dosen Fakultas Tarbiyah Instika Guluk-Guluk, Sumenep

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Segera Panggil DPMD, Bahas Kesiapan Pelaksanaan Pilkades

DPRD Segera Panggil DPMD, Bahas Kesiapan Pelaksanaan Pilkades

Sekretaris Komisi I DPRD Sumenep Saipur Rahman menerangkan, pihaknya akan memanggil seluruh stakeholder terkait, termasuk DPMD, untuk membahas kesiapan menghadapi pilkades tahun mendatang.

Menata Ulang Komunikasi Politik NU Pasca-Muktamar

Menata Ulang Komunikasi Politik NU Pasca-Muktamar

NU tidak hanya berhadapan dengan persoalan mekanisme pemilihan, tetapi juga berhadapa dengan berbagai narasi politik yang berkembang di ruang public (public sphare).

Daulat NU dan Jarak yang Harus Dijaga Bersama

Daulat NU dan Jarak yang Harus Dijaga Bersama

Muktamar NU ke-35 mestinya berbicara tentang transparansi, akuntabilitas, pembagian kewenangan, pengelolaan aset, ekonomi jamaah dan hubungan NU dengan kekuasaan. Bukan semata-mata tentang siapa menang dan siapa kalah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer