RadarMadura.id— Solo kembali mencuri perhatian pecinta wisata keluarga dengan kehadiran Solo Safari Zoo, destinasi rekreasi kekinian yang resmi dibuka pada 27 Januari 2023 setelah menjalani revitalisasi besar-besaran.
Tempat yang dulu dikenal sebagai Taman Satwa Taru Jurug kini tampil dengan konsep baru yang jauh lebih modern, atraktif, dan ramah pengunjung.
Transformasi ini sekaligus menghidupkan kembali ikon wisata yang telah berdiri sejak 1878 dan menjadi kebanggaan warga Surakarta.
Mengusung konsep walking zoo seluas 9,8 hektar, Solo Safari Zoo bukan hanya sekadar kebun binatang, tetapi juga ruang edukatif yang menghadirkan pengalaman berinteraksi langsung dengan satwa.
Kehadiran habitat yang dibuat semirip mungkin dengan alam asli membuat pengunjung merasakan sensasi yang lebih hidup, lebih dekat, dan lebih menambah wawasan.
Mengenal Solo Safari Zoo yang Kini Jadi Primadona Wisata Surakarta
Sebagai destinasi wisata hasil revitalisasi, Solo Safari Zoo kini menampung sekitar 480 satwa dari berbagai spesies.
Mulai dari komodo, anoa, binturong, orangutan, zebra, hingga banteng Jawa, seluruh satwa dirawat dalam area yang ditata ulang oleh Taman Safari Indonesia bersama Yayasan Konservasi Margasatwa Indonesia.
Koleksi unggas seperti merak, burung unta, hingga elang pun menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Selain menghadirkan fasilitas edukasi berbasis konservasi, Solo Safari juga dirancang untuk menjadi ruang hijau di tengah kota.
Letaknya yang strategis di Jalan Ir. Sutami No. 40, Jebres, membuatnya mudah dijangkau, baik dari Stasiun Jebres, Taman Jurug, maupun pusat pemerintahan Kota Solo yang hanya berjarak 10 menit perjalanan.
Aktivitas Seru yang Bikin Solo Safari Jadi Favorit Wisatawan
1. Pony Ride untuk Anak-anak
Kegiatan menunggang kuda poni menjadi favorit keluarga. Anak-anak dapat mencoba pengalaman menunggang pony yang lucu dan ramah, tentunya dengan pengawasan ketat petugas.
2. Melihat dan Belajar tentang 480 Satwa
Pengunjung dapat menemukan berbagai hewan khas Indonesia dan mancanegara. Tidak hanya melihat, tetapi juga mengenal karakter dan habitat mereka melalui papan informasi maupun sesi edukasi.
Beberapa atraksi edukatif yang bisa dinikmati:
-
Elephant Education Show
-
Animal Show
-
Otter Keeper Talk
Pertunjukan ini dibuat untuk menggabungkan hiburan dengan pembelajaran, terutama bagi anak-anak.
3. Menikmati Snack Corner Bernuansa Alam
Area snack corner menawarkan pilihan kudapan tradisional Solo hingga camilan kekinian. Suasana rindang dengan pepohonan dan bunyi satwa menciptakan pengalaman kuliner yang menenangkan.
4. Petting Zoo untuk Interaksi Langsung
Di area Petting Zoo, pengunjung dapat memberi makan ayam, kambing, kelinci, dan kura-kura. Dengan hanya Rp10.000 untuk membeli pakan hewan, aktivitas ini sangat digemari anak-anak sebagai edukasi menyenangkan.
5. Spot Foto Instagramable
Solo Safari dipenuhi patung satwa besar, dekorasi tematik, dan area alam yang indah. Banyak pengunjung yang datang khusus untuk berfoto karena visualnya sangat Instagramable.
6. Menyaksikan Pentas Satwa
Pentas satwa menghadirkan atraksi anjing terlatih, burung pemangsa, hingga pertunjukan air yang memukau. Selain menghibur, pengunjung juga belajar mengenai perilaku alami dan kecerdasan satwa.
7. Wahana Bermain Anak
Area bermain dilengkapi ayunan, jungkat-jungkit, kora-kora mini, dan patung Naga berwarna kuning yang menjadi ikon favorit anak. Konsep ini membuat keluarga dapat menghabiskan waktu lebih lama tanpa bosan.
Solo Safari, Wisata Keluarga dengan Konsep Baru dan Pengalaman Berkesan
Dengan konsep walking zoo yang segar, penataan yang lebih modern, serta pengalaman interaktif yang aman dan edukatif, Solo Safari kini menjadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Surakarta.
Cocok bagi keluarga, anak-anak, pencinta satwa, maupun wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kekayaan flora dan fauna dalam suasana yang nyaman.
Revitalisasi ini tidak hanya menyelamatkan kebun binatang tertua di Solo, tetapi juga menghidupkannya kembali sebagai ruang wisata kelas nasional yang relevan bagi generasi masa kini. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila