Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Petani di Bangkalan Berharap Ada Penetapan HPP Tembakau

H
Penulis: Hera Marylia❯
DAUN EMAS: Warga Desa Alas Rajah, Kecamatan Blega, Bangkalan, mencium aroma daun tembakau yang telah dipanen pada September lalu. (DOK/JPRM)
DAUN EMAS: Warga Desa Alas Rajah, Kecamatan Blega, Bangkalan, mencium aroma daun tembakau yang telah dipanen pada September lalu. (DOK/JPRM)

Advertisement

BANGKALAN, RadarMadura.id – Petani tembakau di Bangkalan mulai beralih dari sistem tebas ke sistem rajang.

Selain berpeluang memperoleh harga jual lebih tinggi, sistem rajang memungkinkan petani mengatur kualitas tembakau sebelum dipasarkan.

Fendi, ketua kelompok tani Askar Tiga, Desa Blega, menuturkan, pada 2025 hasil panen masih dijual ke Sampang dengan sistem tebas.

Advertisement

Tahun ini, petani mulai merajang dan menyimpan hasil panen sendiri sebelum dipasarkan ke perusahaan rokok (PR).

”Kalau sistem tebas, hitungannya per pohon. Mulai 2026 kami merajang sendiri. Biasanya kami memasukkan hasil panen ke perusahaan rokok terdekat, yakni Arbacco,” katanya.

Advertisement

Dia menuturkan, pada awal Agustus, saat gudang tembakau mulai dibuka, harga tembakau rajang mencapai Rp 59 ribu per kilogram.

Sementara itu, pada September hingga Oktober, harga bisa mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

Bahkan, tembakau dengan kualitas terbaik dari daun tengah dapat dihargai hingga Rp 100 ribu per kilogram.

Harga tersebut berbeda dengan sistem tebas yang dihitung berdasarkan jumlah pohon dan jenis lahan.

Fendi mengatakan, tembakau gunung dihargai Rp 2.500–3.000 per pohon, tembakau tegal Rp 2.000 per pohon, dan tembakau sawah Rp 1.000–1.500 per pohon.

Advertisement
Editor : Hera Marylia
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warga Desa Pangeleyan Masih Kesulitan Air Bersih

Warga Desa Pangeleyan Masih Kesulitan Air Bersih

Kades Pangeleyan Zaiqulhaq Alfarizi mengatakan, meski sudah memasuki musim hujan, warga masih bergantung pada bantuan air bersih.

BRI Peduli Ajak Jurnalis Bertani di Kota, Kenalkan Program Urban Farming BRInita

BRI Peduli Ajak Jurnalis Bertani di Kota, Kenalkan Program Urban Farming BRInita

BRI Peduli mengenalkan BRInita kepada 35 jurnalis melalui praktik urban farming untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan warga.

iOS 27.3 Beta Hadirkan Fitur Baru untuk iPhone Duo, Pengguna Kidal Kini Lebih Mudah Menjangkau Layar

iOS 27.3 Beta Hadirkan Fitur Baru untuk iPhone Duo, Pengguna Kidal Kini Lebih Mudah Menjangkau Layar

Apple merilis iOS 27.3 Beta dengan Reachability horizontal untuk iPhone Duo, serta pembaruan keyboard, Safari, Siri, dan aplikasi Health.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer