SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep terus meningkatkan kapasitas petani untuk mendukung percepatan swasembada pangan. Penguatan dilakukan melalui pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), dan sekolah lapang.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan sarana pertanian. Kompetensi petani dalam mengelola usaha tani juga menjadi faktor penting. Hal itu bisa menjadi bekal petani dalam mengelola lahan pertanian.
Menurutnya, penguatan kapasitas sangat dibutuhkan seiring penerapan teknologi pertanian modern. "Petani harus memahami cara pengoperasian alat agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal," ujarnya.
Salah satu teknologi yang dikembangkan ialah pompa air bertenaga surya. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air sekaligus mendukung modernisasi alat dan mesin pertanian. ”Bagi petani di sini alat ini tergolong baru, maka perlu adanya bimbingan teknis tentang cara mengoperasikannya,” ucapnya.
Selain teknologi, DKPP mendorong pemanfaatan lahan yang belum produktif atau lahan tidur. Tahun ini, sasaran perluasan lahan pertanian mencapai 40.548,28 hektare di wilayah daratan dan kepulauan. Hingga kini, realisasinya mencapai 12.836 hektare.
Untuk mengejar target tersebut, DKPP menggandeng TNI dan Polri dalam penanaman di sejumlah lahan, termasuk lahan milik Kodim dan Polres Sumenep. ”Yang melakukan penanaman bukan hanya petani, tetapi juga dilakukan oleh personel dari dua institusi ini,” ungkapnya. (tif/bil)
Editor : Amin Bashiri