SUMENEP, RadarMadura.id — Semangat ”Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya menggema di Kabupaten Sumenep. Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep menggelar syukuran peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 dengan santunan anak yatim dan pemotongan tumpeng di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (16/7).
Acara syukuran itu dihadiri Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, pimpinan OPD, para camat, pengurus Dekopinda, serta perwakilan Gerakan Koperasi se-Kabupaten Sumenep.
Suasana khidmat terasa saat doa bersama dipanjatkan untuk keberlangsungan koperasi di daerah, dilanjutkan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial gerakan koperasi.
Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Menteri Koperasi RI Nomor B-67/M.KOP/PW.06.01/2026 tentang Peringatan Harkopnas ke-79.
”Kami menjadikan Harkopnas ke-79 sebagai momentum untuk mempercepat kebangkitan koperasi. Koperasi harus kembali menjadi instrumen utama penguatan ekonomi rakyat, bukan hanya wacana,” tegas Ramli di hadapan tamu undangan.
Baca Juga: Minta Koperasi Berbenah, Bupati Fauzi untuk Perkuat Tata Kelola dan Inovasi
Menurutnya, tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan adalah menggelorakan kembali semangat berkoperasi di tengah masyarakat.
”Tujuan kegiatan ini untuk menggelorakan gerakan Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya kepada seluruh masyarakat Sumenep,” ungkapnya.
Peringatan Harkopnas di Sumenep tahun ini tidak hanya seremoni sehari. DKUPP bersama Dekopinda dan seluruh OPD merancang agenda selama hampir tiga pekan, mulai 10 Juli hingga 26 Juli 2026.
Rangkaian diawali dengan pemasangan umbul-umbul gerakan koperasi dan pemasangan banner di jalan protokol serta di lingkungan kantor OPD Pemkab Sumenep.
Pemasangan berlangsung 10 hingga 17 Juli 2026. Tujuannya sederhana namun penting: mengingatkan publik bahwa koperasi masih relevan dan harus didukung bersama.
Puncak peringatan secara resmi digelar Senin (13/7) melalui Upacara Peringatan Harkopnas ke-79 di Halaman Kantor Pemkab Sumenep. Dalam upacara itu juga diserahkan sertifikat apresiasi kepada koperasi-koperasi berprestasi.
Baca Juga: Bupati Sampang Buka Musda Dekopinda, Dorong Koperasi Tingkatkan Perekonomian Masyarakat
Tiga kategori yang mendapat penghargaan yakni koperasi dengan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tercepat, koperasi dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) terbesar, dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terprogres.
”Ini bentuk apresiasi kepada koperasi yang konsisten menjalankan prinsip-prinsip perkoperasian. Kami ingin memberi contoh bahwa koperasi yang sehat dan taat aturan akan mendapat pengakuan,” jelas Ramli.
Selain seremoni, DKUPP juga memasukkan agenda sosial dalam peringatan tahun ini. Masih pada Senin (13/7), digelar dua kegiatan sekaligus.
Pertama, Pasar Murah di Halaman Pemda Sumenep. Kedua, Donor Darah Sukarela di kantor PMI Sumenep. Peserta donor berasal dari pengurus koperasi se-Kabupaten Sumenep.
Ramli menyebut donor darah dipilih karena menjadi simbol kepedulian. ”Koperasi bukan hanya soal ekonomi. Koperasi juga harus hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Agenda kepedulian berlanjut Jumat (17/7) dengan kegiatan kerja bakti di sepanjang jalan protokol. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Dekopinda Sumenep bersama pengurus koperasi.
Puncaknya, Sabtu (26/7), gerakan koperasi bersama komunitas pecinta hutan mangrove akan melakukan penanaman mangrove di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi.
Pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Wilayah pesisir Sumenep memang membutuhkan rehabilitasi mangrove untuk mencegah abrasi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Baca Juga: Respons Dumas Warga, Polres Pamekasan Bakal Panggil RSIA Puri Bunda
”Kita ingin menunjukkan koperasi hadir untuk kesejahteraan anggota dan kepedulian sosial, termasuk lingkungan,” terangnya.
Semangat Harkopnas di Sumenep juga tersambung ke tingkat provinsi. Pengurus koperasi Sumenep dijadwalkan mengikuti Agenda Kegiatan DEKOPINWIL Jawa Timur di Pamekasan yang berlangsung 16 sampai 26 Juli 2026.
Sejumlah kegiatan akan diikuti, mulai dari temu bisnis antarkoperasi, seminar penguatan kelembagaan, Jalan Jalan Sehat (JJS), pameran produk koperasi, hingga upacara Harkopnas tingkat provinsi.
Kehadiran kontingen Sumenep diharapkan bisa membuka jejaring baru sekaligus mempromosikan produk-produk unggulan koperasi lokal. Mulai dari kerajinan batik, olahan garam, hingga produk UMKM binaan DKUPP.
Ramli menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran koperasi di masyarakat. Dari pasar murah yang meringankan beban warga, donor darah yang menyelamatkan nyawa, hingga penanaman mangrove yang menjaga lingkungan.
”Kami berharap setelah Harkopnas ini, semangat gotong royong dalam koperasi semakin hidup. Karena pada akhirnya, koperasi adalah tentang kebersamaan,” tutupnya.
Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung hampir sebulan penuh, peringatan Harkopnas ke-79 di Sumenep menjadi bukti bahwa gerakan koperasi masih punya tempat penting.
Bukan hanya sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai gerakan sosial ekonomi yang berpihak pada rakyat. (*/luq)
Editor : Hendriyanto