Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jatah Pupuk Subsidi Dipangkas Ribuan Ton

H
STOK: AE PT Pupuk Indonesia Yoppy Sandy Julian (baju putih) saat melihat stok pupuk di Gudang Penyangga Lini III PT Petrokimia Gresik di Sampang Rabu (15/7). (AYU LATIFAH/JPRM)
STOK: AE PT Pupuk Indonesia Yoppy Sandy Julian (baju putih) saat melihat stok pupuk di Gudang Penyangga Lini III PT Petrokimia Gresik di Sampang Rabu (15/7). (AYU LATIFAH/JPRM)

Advertisement

SAMPANG, RadarMadura.id – Jatah pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Sampang kembali menyusut.

Tahun ini, alokasi pupuk dipangkas hingga ribuan ton karena dialokasi ke daerah lain yang dinilai lebih membutuhkan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada pemenuhan kebutuhan pupuk saat musim tanam mendatang.

Advertisement

Kabid Sarana Pertanian Disperta KP Sampang Nurdin menjelaskan, pengurangan alokasi pupuk merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Sebagian jatah pupuk Sampang dialihkan ke kabupaten lain. ”Pengurangan itu untuk dipindahkan ke kabupaten lain,” ujarnya Rabu (15/7).

Advertisement

Pengurungan itu, kata Nurdin, berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan pupuk petani di Kota Bahari.

Sebab, usulan dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) masih jauh di atas alokasi yang disetujui pemerintah.

Dalam RDKK, kebutuhan pupuk urea diusulkan sebanyak 29.081 ton dan NPK 31.909 ton.

Namun, pemerintah hanya menyetujui sekitar 26 ribu ton pupuk urea dan 22 ribu ton NPK. Jumlah tersebut kini kembali dikurangi.

Pemangkasan terbesar terjadi pada pupuk organik yang berkurang sekitar 4.600 ton. Sementara pupuk urea berkurang sekitar 2.000 ton dan NPK sekitar 6.500 ton.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Petani Tembakau Tak Di-Cover Pupuk Subsidi

Petani Tembakau Tak Di-Cover Pupuk Subsidi

hingga saat ini belum ada kebijakan pemerintah yang memasukkan tembakau sebagai komoditas penerima pupuk bersubsidi.

 APTI Sampang Minta Penyaluran Pupuk NPK Disegerakan

APTI Sampang Minta Penyaluran Pupuk NPK Disegerakan

pengadaan pupuk NPK yang bersumber dari DBHCHT dianggarkan sebesar Rp 900 juta.

Ribuan Petani Tak Dapat Bantuan Pupuk Nonsubsidi, Untuk Produksi Tembakau

Ribuan Petani Tak Dapat Bantuan Pupuk Nonsubsidi, Untuk Produksi Tembakau

Almara Sugandi menjelaskan, poktan yang telah menerima bantuan pada tahun sebelumnya tidak lagi diprioritaskan dalam alokasi tahun ini. Langkah tersebut diambil untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer