
SAMPANG, RadarMadura.id – Jatah pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Sampang kembali menyusut.
Tahun ini, alokasi pupuk dipangkas hingga ribuan ton karena dialokasi ke daerah lain yang dinilai lebih membutuhkan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada pemenuhan kebutuhan pupuk saat musim tanam mendatang.
Kabid Sarana Pertanian Disperta KP Sampang Nurdin menjelaskan, pengurangan alokasi pupuk merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Sebagian jatah pupuk Sampang dialihkan ke kabupaten lain. ”Pengurangan itu untuk dipindahkan ke kabupaten lain,” ujarnya Rabu (15/7).
Pengurungan itu, kata Nurdin, berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan pupuk petani di Kota Bahari.
Sebab, usulan dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) masih jauh di atas alokasi yang disetujui pemerintah.
Dalam RDKK, kebutuhan pupuk urea diusulkan sebanyak 29.081 ton dan NPK 31.909 ton.
Namun, pemerintah hanya menyetujui sekitar 26 ribu ton pupuk urea dan 22 ribu ton NPK. Jumlah tersebut kini kembali dikurangi.
Pemangkasan terbesar terjadi pada pupuk organik yang berkurang sekitar 4.600 ton. Sementara pupuk urea berkurang sekitar 2.000 ton dan NPK sekitar 6.500 ton.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




