Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Luas Lahan Tembakau di Sumenep Diprediksi Bertambah

H
HIJAU: Petani tembakau di Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, tengah merawat tanamannya pada Minggu (12/7). (MOH. LATIF/JPRM)
HIJAU: Petani tembakau di Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, tengah merawat tanamannya pada Minggu (12/7). (MOH. LATIF/JPRM)

Advertisement

SUMENEP, RadarMadura.id – Luas lahan tanaman tembakau di Sumenep pada musim tanam tahun ini diprediksi meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi cuaca yang dinilai lebih mendukung serta ketersediaan air di sejumlah wilayah menjadi penunjang utama bertambahnya luas lahan tanaman tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, petani saat ini mulai menanam tembakau. Selama masa tanam, dia berharap cuaca stabil hingga panen raya.

Advertisement

Sehingga, produktivitas maupun kualitas tembakau meningkat. ”Semoga harganya juga sesuai harapan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Inung itu mengungkapkan, pada musim tanam tahun 2025, luas lahan tembakau di Sumenep hanya sekitar 14 ribu hektare.

”Luas lahan tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 18 ribu hektare,” imbuhnya.

Advertisement

Menurutnya, penyusutan luas lahan tanaman tembakau tersebut bukan disebabkan oleh menurunnya minat petani pada komoditas tembakau.

Tapi, dipengaruhi faktor cuaca, terutama fenomena kemarau basah. Sehingga, sebagian petani memilih mengurangi luas tanam. ”Bukan karena petaninya berkurang,” ucapnya.

Ditambahkan, untuk mendukung peningkatan luas tanam tembakau pada tahun ini, DKPP terus mengoptimalkan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di setiap kecamatan.

Pendampingan dilakukan mulai dari proses penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen. ”Petugas juga mengedukasi petani, misalnya teknik budi daya tembakau,” paparnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aktivis Tuding Dinsos Pamekasan Langgar Pebup, Buntut Buruh Tani Tembakau Tak Ter-Cover BLT DBHCHT

Aktivis Tuding Dinsos Pamekasan Langgar Pebup, Buntut Buruh Tani Tembakau Tak Ter-Cover BLT DBHCHT

Ketua Mahardika Pamekasan Rachmad Kurnia Irawan menilai alasan Dinsos Pamekasan menolak usulan adanya perubahan nominal bantuan dari sebelumnya Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu tidak berdasar.

Aktivis Pamekasan Bakal Geruduk Dinsos Jika Petani Tembakau Tidak Terima BLT DBHCHT

Aktivis Pamekasan Bakal Geruduk Dinsos Jika Petani Tembakau Tidak Terima BLT DBHCHT

Ketua Mahardika Pamekasan Rachmad Kurnia Irawan mengultimatum akan menggeruduk kantor dinas sosial (dinsos) jika bersikukuh hanya mencakup buruh pabrik rokok pada skema BLT DBHCHT 2026.

Dari Ruang Redaksi ke Ladang Tembakau, Kepedulian Mohammad Sugianto Membangun Harapan Petani Bangkalan

Dari Ruang Redaksi ke Ladang Tembakau, Kepedulian Mohammad Sugianto Membangun Harapan Petani Bangkalan

Tak semua kisah perubahan lahir dari balik meja. Ada yang tumbuh dari hamparan ladang. Dari ruang redaksi menuju kebun tembakau, Mohammad Sugianto memilih menanam harapan baru bagi petani Bangkalan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer