SUMENEP, RadarMadura.id – Sensus Ekonomi 2026 akan memotret kondisi perekonomian saat ini guna mendapatkan gambaran perbandingan dengan kondisi sepuluh tahun lalu.
Meliputi perubahan pola konsumsi masyarakat, pergeseran struktur lapangan usaha, lonjakan ekonomi digital, dan perubahan pola tenaga kerja.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep Handoyo Wijoyo mengungkapkan, dibanding sepuluh tahun lalu, kondisi perekonomian saat ini mengalami empat perubahan besar.
Pertama, terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat. Masyarakat tak lagi berbelanja secara tradisional atau tatap muka.
Konsumsi layanan berbasis digital seperti streaming film dan musik, serta layanan berbasis aplikasi untuk transportasi, pesan-antar makanan, dan edukasi meningkat pesat.
Metode pembayaran juga beralih ke cashless melalui QRIS, e-wallet, dan mobile banking.
Kedua, ada pergeseran struktur lapangan usaha. Tingkat entry-exit usaha menjadi tinggi karena banyak usaha yang tutup atau pindah sektor, sementara kontribusi sektor jasa seperti kesehatan dan logistik meningkat.
Ketiga, terjadi lonjakan ekonomi digital ditandai berkembangnya e-commerce, fintech, dan digital platform, serta munculnya usaha tanpa toko fisik seperti online shop dan virtual office.
Keempat, pola tenaga kerja juga berubah dengan munculnya gig economy seperti ojek online, kurir, dan freelancer.
Pada Sensus Ekonomi 2026, BPS menerapkan sejumlah inovasi teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas data.
Pertama, digunakan Big Data dan data administrasi untuk menyusun prelist usaha agar pendataan lebih lengkap dan akurat.
Kedua, diterapkan Geo-Tagging untuk merekam lokasi usaha secara presisi.
Ketiga, memanfaatkan Gen-AI guna menjamin keakuratan dalam penentuan KBLI usaha.
Keempat, disediakan Chatbot untuk menjamin kecepatan layanan terkait pertanyaan tentang SE2026 dari para responden. (luq)
Editor : Amin Basiri