Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jemaah Haji Asal Sumenep Wafat Usai Wukuf di Arafah

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:25 WIB
IBADAH: Jemaah haji asal Kabupaten Sumenep saat hendak diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya, Senin (11/5). (MOH. LATIF/JPRM)
IBADAH: Jemaah haji asal Kabupaten Sumenep saat hendak diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya, Senin (11/5). (MOH. LATIF/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Abd. Aziz bin Rafi’i, jemaah haji asal Kabupaten Sumenep dikabarkan meninggal di Tanah Suci usai menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah.

Jemaah yang tercatat sebagai warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) Sub 79 Kabupaten Sumenep.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Ahmad Halimy mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan lengkap terkait penyebab maupun kronologi wafatnya jemaah tersebut.

Baca Juga: Mantan Tahanan Sebut Menu Tak Layak, Setahun Polres Sampang Kecipratan Anggaran Rp 284 Juta untuk Mamin

Menurutnya, yang bersangkutan berada di rumah sakit Arab Saudi. 

Kemarin pagi kami mendapatkan laporan dari ketua kloter bahwa ada jemaah yang meninggal. Untuk kronologi lengkapnya kami belum menerima laporan,” katanya.

Dia menerangkan bahwa berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, Aziz meninggal setelah menyelesaikan wukuf di Arafah.

Almarhum bersama puluhan jemaah lainnya yang masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) dipulangkan lebih awal ke hotel melalui program tanazul,” tuturnya.

Menurut dia, dengan skema tersebut, jemaah tidak mengikuti mabit di Muzdalifah maupun Mina lantaran kondisi kesehatannya memerlukan perhatian khusus.

Setelah wukuf langsung dipulangkan ke hotel. Meninggalnya di hotel,” ucapnya.

Halimy menerangkan bahwa para jemaah yang masuk dalam kategori risti memang diprioritaskan kembali ke hotel.

Baca Juga: Tanpa Kompromi, BGN Masih Stop Sementara Ribuan SPPG Tak Sesuai Standar

Selain itu, faktor usia juga menjadi salah satu penyebab kondisi fisik mereka mudah menurun selama menjalankan ibadah haji. 

Karena faktor usia juga, almarhum sudah sepuh,” ulasnya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya belum mengetahui jemaah tersebut wafat pukul berapa. Dia menerima kabar tersebut pada Kamis (28/5).

Selama di Tanah Suci, almarhum didampingi sang istri. Jenazah dipastikan dimakamkan di Makkah,” imbuhnya.

Ditambahkan, berdasarkan laporan terbaru yang diterima Kemenag Sumenep, saat ini tidak ada jemaah haji asal Sumenep yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Kalau yang dirawat di hotel masih ada,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, terdapat lebih dari 800 jemaah yang masuk kategori risti.

Baca Juga: BRI Hadirkan Promo KKB The Elite 2026, Bunga Ringan dan Banyak Keuntungan

Kurang lebih 60 persen masuk kategori risiko tinggi,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri.

Kategori risti, lanjut dia, meliputi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung.

Kelompok ini memang perlu perhatian khusus karena rentan mengalami gangguan kesehatan,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#desa prambanan #Jemaah haji #meninggal #Arafah #wukuf