Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Warga Sapeken Keluhkan Kelangkaan BBM, Camat Klaim Tak Terjadi Lonjakan Harga

Amin Basiri • Senin, 20 April 2026 | 08:51 WIB
KOMPAK: Wakil Ketua DPRD Sumenep Dul Siam saat menemui BPD se-Kecamatan Sapeken di kantor DPRD setempat, Kamis (16/4).
KOMPAK: Wakil Ketua DPRD Sumenep Dul Siam saat menemui BPD se-Kecamatan Sapeken di kantor DPRD setempat, Kamis (16/4).

 

SUMENEP, RadarMadura.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dikeluhkan warga Kecamatan Sapeken. Masalah itu memengaruhi aktivitas warga kepulauan yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.

”Dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Kecamatan Sapeken terjadi kelangkaan BBM. Sehingga, menyebabkan aktivitas sebagian masyarakat tersendat,” ujar Aldy Wiranto, nelayan asal Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken.

Wakil Ketua DPRD Sumenep Dul Siam mengaku sempat didatangi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Sapeken. Mereka juga mempertanyakan masalah kelangkaan BBM dan beberapa persoalan lainnya.

”Antara lain, layanan listrik dan masalah bantuan sosial,” ujarnya.

Kelangkaan BBM yang terbadi di wilayah kepulauan ditengarai karena adanya penimbunan oleh oknum tertentu. Sehingga, distribusi ke konsumen menjadi tersendat.

”Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa harga BBM di Kecamatan Sapeken relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Padahal, program pemerintah satu harga. Di Kecamatan Sapeken harganya sekarang mencapai Rp 25 ribu,” terangnya.

Baca Juga: Dorong Optimalisasi Penerimaan Pajak Ranmor, Wabup Imam Perkuat Sinergitas dengan Samsat

Pihaknya telah menyikapi berbagai problem itu dengan menyampaikan langsung ke pemkab. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan konkret. ”Sampai saat ini kami menilai belum ada tindakan dari pihak berwajib,” ujarnya.

Plt Camat Sapeken Hamka menyatakan, kuota BBM untuk wilayah kepulauan telah dibahas. Bahkan, alokasinya diperinci hingga per desa. Artinya, pembagian kuota tersebut sudah lama ditetapkan.

Meski begitu, dirinya belum mengetahui secara terperinci jumlah kuota BBM untuk masing-masing desa. ”Setahu saya, kuota per desa itu sudah lama. Mungkin yang perlu diperkuat itu pengawasannya,” terangnya.

Sedangkan terkait kelangkaan BBM hanya terjadi di awal bulan. Dia mengeklaim saat ini ketersediaannya sudah normal seperti biasa. ”Sudah normal sekarang, harganya sekitar Rp 13 ribu–Rp 14 ribu per liter kalau di pulau-pulau kecil, kalau di daerah kecamatan harganya normal seperti biasa,” tandasnya. (tif/jup)

Editor : Amin Basiri
#BBM #dprd sumenep #sape daging