Kuota Ditambah Lima Persen, DPRD Panggil Pertamina Bahas Permasalahan BBM Subsidi

SAMPANG, RadarMadura.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang memanggil PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Selasa (7/7).
Dewan meminta penjelasan pihak Pertamina terkait sejumlah permasalahan yang terjadi terkait bahan bakar minyak (BBM) subsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Sampang.
Sekretaris Komisi II DPRD Sampang Mohammad Nur Mustakim mengatakan, pihaknya memanggil Pertamina Jatimbalinus karena menerima banyak keluhan dari masyarakat.
Diantaranya antrean panjang saat membeli BBM subsidi serta pembatasan kuota BBM subsidi di berbagai SPBU.
Antrean panjang kendaraan terjadi di hampir seluruh SPBU saat masyarakat membeli BBM subsidi, seperti Pertalite dan Solar.
”Bahkan, sempat terjadi keributan antara konsumen dan petugas SPBU akibat antrean BBM tersebut,” katanya.
Mustakim mengungkapkan hasil rapat dengar pendapat (hearing) dengan Pertamina. Menurutnya, antrean panjang di SPBU terjadi akibat keterbatasan stok.
Kondisi itu dipicu beralihnya konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi setelah harga Pertamax naik.
”Pasca-kenaikan harga Pertamax, banyak pengendara beralih dari Pertamax ke Pertalite,” ungkapnya.
Dia menyatakan, Pertamina juga telah menambah kuota BBM subsidi sekitar lima persen untuk SPBU di Kabupaten Sampang sejak Rabu (1/7).
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




