SUMENEP, RadarMadura.id - Program pelatihan kerja yang digagas oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep hingga saat ini belum terealisasi.
Meski tanggal pelaksanaan acaranya belum jelas, program tersebut informasinya akan diselenggarakan pada bulan ini.
Kabid Pelatihan dan Produktivitas serta Hubungan Industrial Disnaker Sumenep Eko Ferryanto mengatakan, kegiatan pelatihan di wilayah daratan akan dilaksanakan pada bulan ini.
Sementara untuk wilayah kepulauan, jika merujuk jadwal, akan diadakan pada bulan berikutnya.
"Insya Allah bulan ini akan diselenggarakan dua paket pelatihan di daratan, sementara untuk wilayah kepulauan dijadwalkan pada bulan Mei," katanya.
Dijelaskan, tahun ini terdapat delapan paket pelatihan yang disiapkan institusinya.
Rinciannya, enam paket akan diadakan di wilayah daratan, sementara dua lainnya digelar di kepulauan. Dalam pelatihan tahun ini, sistem yang diterapkan berbasis kompetensi.
Baca Juga: Abu Mansur Berkomitmen Jadikan SMKN 1 Arjasa sebagai Sekolah Unggul
Artinya, setiap peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga akan menjalani uji kompetensi melalui lembaga sertifikasi profesi.
"Setelah pelatihan, peserta akan mendapatkan dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi," terangnya.
Ditambahkan, dari total delapan paket tersebut, Disnaker telah menyeleksi tiga jenis pelatihan yang sangat diminati masyarakat.
Meski demikian, jumlah peserta dalam setiap paket dibatasi sebanyak 16 orang. Tujuannya, untuk menjaga efektivitas dan kualitas pelatihan.
Beberapa jenis pelatihan yang disiapkan antara lain keamanan (security), tata boga, tata rias, multimedia, menjahit, serta las listrik.
"Khusus untuk wilayah kepulauan, pelatihan yang akan dilaksanakan adalah menjahit dan las listrik," jelasnya.
Eko menuturkan, setelah pelatihan selesai, peserta tidak dilepas begitu saja.
Disnaker tetap melakukan pendampingan agar mereka dapat segera terserap ke dunia kerja, baik secara mandiri maupun melalui perusahaan.
Pada tahun 2025 lalu, tingkat keberhasilan program pelatihan cukup tinggi.
"Buktinya 80 persen peserta telah bekerja setelah mengikuti pelatihan," tandasnya.
Baca Juga: BPRS Sumenep Ajak Pegawai Bersepeda ke Kantor Setiap Jumat
Dikonfirmasi di tempat terpisah, anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi menekankan, program pelatihan tersebut harus berdampak nyata terhadap peningkatan SDM di Sumenep.
Sehingga, anggaran yang dikeluarkan pemerintah tidak mubazir.
"Setelah pelatihan, peserta harus dievaluasi. Sehingga, mereka semua dapat terserap ke dunia kerja," pintanya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri