Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Gara-gara Telur, Istri Ketua Yayasan Diduga Aniaya Karyawan SPPG

Amin Basiri • Jumat, 13 Februari 2026 | 06:55 WIB
Ilustrasi dibantu oleh AI
Ilustrasi dibantu oleh AI

SUMENEP, RadarMadura.id – Dugaan penganiayaan menimpa karyawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Sumenep.

Akibatnya, karyawan di dapur program makan bergizi gratis (MBG) melaporkan istri ketua yayasan kepada polisi.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi di SPPG Yayasan Alif, Dusun Berombak, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Kamis (5/2).

Penganiayaan itu menimpa seorang karyawan SPPG Yayasan Alif berinisial M.

Kasihumas Polres Sumenep Kompol Widiarti Setyoningtyas mengungkapkan, sekira pukul 10.00 WIB, warga Desa Batuputih Kenek itu sedang bekerja di dapur MBG tersebut.

Saat itu dia tengah memisahkan sisa makanan yang sudah disalurkan pada penerima manfaat. Kemudian datang ZN.

Istri ketua Yayasan Alif itu menghampiri M dan memotret sisa makanan.

Setelah dipotret oleh ZN, M memindahkan sisa makanan tersebut. Namun, ZN kembali lagi dan menuduh M menyembunyikan telur sisa makanan tersebut.

Mendapat tuduhan itu, M menjawab bahwa dirinya tidak pernah menyembunyikan telur.

Namun, ZN langsung memukul tangan kanan M dengan tangan kosong sebanyak dua kali.

”Akibat kejadian itu korban mengalami lebam pada tangan kanannya. Sehingga, ia melaporkannya ke Polsek Batuputih,” terang Widi.

Widi menambahkan, setelah mendapat laporan, polisi sudah memeriksa saksi-saksi. Saat ini tinggal menunggu proses gelar perkara.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Alif Moh. Fawaid belum bisa dimintai keterangan terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Upaya konformasi melalui aplikasi WhatsaApp belum mendapatkan tanggapan. (tif/luq)

 

 

 

 

Editor : Amin Basiri