Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perencanaan Program Hibah Harus Diperbaiki

Amin Basiri • Selasa, 2 Desember 2025 | 15:21 WIB
CERAH: Masyarakat keluar dari kantor Dinsos P3A Sumenep, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Kamis (20/11).
CERAH: Masyarakat keluar dari kantor Dinsos P3A Sumenep, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Kamis (20/11).

SUMENEP, RadarMadura.id - Komisi IV DPRD Sumenep menyoroti alokasi dana hibah yang tidak terserap di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep.

Legislatif meminta agar perencanaan program hibah kelembagaan diperbaiki.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, Dinsos P3A sering tidak maksimal menyerap anggaran program.

Dia mencontohkan, tahun lalu anggaran program hibah tidak terserap seratus persen. Masalah ini terjadi lagi tahun ini. 

Menurutnya, dinas harus memperbaiki perencanaan program hibah agar anggaran yang sudah disiapkan dari APBD terserap sepenuhnya.

Sebab, hibah tersebut merupakan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

”Pebaiki perencanaannya, jangan sampai anggaran yang sudah tersedia tidak maksimal seperti tahun sebelumnya, pintanya. 

Terpisah, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Sumenep Agus Boedianto menyampaikan, total penerima hibah tahun ini 156 lembaga.

Namun, yang cair hanya 151 penerima. Anggaranyang tersisa Rp 170 juta.

Ada lima lembaga yang tidak bisa menerima karena sertifikat kelembagaan yang disetorkan tidak diperbarui.

Sedangkan persyaratannya harus sertifikat kelembagaan yang baru, ungkapnya.

Agus menerangkan, 95 persen dana hibah kelembagaan tahun ini bersumber dari program pokok-pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Sumenep.

Sisanya, dari mandatori Bupati, Wakil Bupati dan Bappenda Sumenep. 

Menurutnya, hibah kelembagaan yang tidak terserap menjadi beban Dinsos P3A Sumenep.

”Harusnya cair semua. Begitu ada yang tidak bisa dicairkan, berarti kita keliru mengambil perencanaan, tukasnya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri