
Oleh Suhairi
KARTINI merupakan sosok inspiratif yang hingga saat ini selalu menjadi pembahasan. Kartini merupakan sosok pendobrak kebekuan budaya yang mengungkung kebebasan perempuan dalam berbagai hal.
Kondisi seperti itulah yang menyebabkan Kartini merasa gelisah. Ia harus melawan ketidakadilan.
Ia harus memperjuangkan hak-hak perempuan agar terbebas dari budaya yang membelenggu. Kartini harus mampu mendobrak patriarki, feodalisme, dan kolonialisme.
Namun, apakah perjuangan Kartini akan semudah membalik telapak tangan?
Pro kontra terhadap perjuangan Kartini terjadi sejak perempuan kelahiran Jepara, 21 April 1879 itu, mulai menentang tatanan budaya yang telah lama dianut oleh masyarakat.
Ia memberontak terhadap feodalisme, menentang keras terhadap poligami, dan memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan (Leila S. Chudori dan Redaksi KPG, 2017:13). Pola pikir dan gerakan Kartini dianggap melanggar tata nilai budaya yang ada.
Walaupun demikian, Kartini adalah sosok yang optimis bahwa semua perjuangannya akan membuahkan hasil yang maksimal.
Perempuan masa kini harus belajar banyak dari sosok perempuan yang satu ini.
Perjuangan Kartini sering kali menemukan rintangan, bukan seperti jalan tol yang bebas hambatan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

