Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Andai Kartini Kembali Hidup di Masa Kini

A
Penulis: Amin Basiri❯
Umarul Faruk, M.Psi
Umarul Faruk, M.Psi

Advertisement

 

Oleh: Umarul Faruk, M.Psi. (Dosen UIN Madura)

SEMPAT terbayangkan saat pagi di halaman kampus. Tepat di tengah keramaian mahasiswa yang berjalan sambil menatap layar handphone, ada yang sibuk dengan media sosial, ada juga yang sibuk mencari referensi untuk persiapan presentasi, tiba-tiba hadir sosok perempuan dengan memakai kebaya sederhana dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

Advertisement

Ia memerhatikan semua yang ada di sekitarnya, gedung-gedung tinggi, orang-orang yang sibuk dengan handphone-nya, dan ruang belajar yang kini sudah dipenuhi dengan media teknologi. Sosok itu adalah Raden Ajeng Kartini. Coba kita bayangkan tentangnya.

Panggung Sosial di Era Digital

Dalam konteks psikologi, diakui dan dihargai merupakan bentuk kebutuhan setiap manusia yang dikenal sebagai social validation.

Advertisement

Di era digital saat ini, hal tersebut sudah menemukan panggungnya. 

Banyak orang berkompetisi menjadi terbaik versi dirinya, baik melalui penampilan, gaya, dan aktivitas yang sekiranya menarik perhatian. Bahkan, mahasiswa pun juga tidak luput dari fenomena seperti ini. 

Penampilan menjadi bahasa pertama yang berbicara sebelum keilmuan sempat menjelaskan siapa diri mereka.

Andai Kartini hidup hari ini, kemungkinan ia tersenyum melihat keadaan saat ini. Betapa luasnya akses pendidikan.

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ancaman Sosial Media bagi Marwah Guru dan Masa Depan Generasi

Ancaman Sosial Media bagi Marwah Guru dan Masa Depan Generasi

Ruang belajar yang semestinya sakral dan penuh nilai, perlahan mulai bertransformasi menjadi “studio konten”. 

MBG: Ketika Makanan Bergizi Justru Menjadi Ancaman

MBG: Ketika Makanan Bergizi Justru Menjadi Ancaman

kebijakan publik tidak cukup dinilai dari niat baiknya. Ia juga harus dinilai dari proses pelaksanaannya. Makanan yang disebut bergizi tidak otomatis aman.

Ketika Narkoba Menguji Ekosistem Pendidikan Madura

Ketika Narkoba Menguji Ekosistem Pendidikan Madura

Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian melalui berbagai pemberitaan media, hampir seluruh kabupaten di Madura menghadapi persoalan yang sama.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer