SUMENEP, RadarMadura.id – Jumlah murid Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sumenep terus berkurang.
Mayoritas yang mengundurkan diri adalah mereka yang mendaftar sekolah di jenjang sekolah dasar (SD).
Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Sumenep Hairullah mengatakan, pihaknya telah berkali-kali menyuplai murid untuk SRT.
Jumlahnya bervariasi, kadang satu orang atau dua orang. ”Hingga hari ini, jumlah murid SRT yang mengundurkan diri sekitar 72 orang. Rata-rata murid SD,” ujarnya.
Menurutnya, SRT yang resmi di-launching pada 30 September 2025 tersebut diproyeksikan untuk menampung anak-anak dari keluarga miskin yang kesulitan mengakses pendidikan formal.
”Semula, pendamping PKH mendata lebih dari 159 orang. Tapi, jumlahnya terus berkurang karena mundur,” ujarnya.
Dijelaskan, hingga saat ini para pendamping PKH terus mencari calon murid untuk memenuhi kuota SRT.
Sebab, jika ada murid yang mengundurkan diri, pihaknya bertanggung jawab untuk mencari pengganti. ”Itu tanggung jawab kami,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Humas SRT Sumenep Meliana Risdiyanti membenarkan jika sejumlah murid mengundurkan diri. Mereka mayoritas murid SD yang belum siap berpisah dengan orang tuanya.
”Konsep sekolah berasrama memang menjadi tantangan tersendiri. Terutama, bagi murid SD yang tidak mudah berpisah dengan keluarganya,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri