Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menyoal Pembuangan Ikan di Masalembu, Diskan Sumenep Tak Punya Solusi

Amin Basiri • Selasa, 2 September 2025 | 15:47 WIB
MELAUT: Sejumlah nelayan di Pulau Masalembu saat mau pergi melaut, Jumat (25/7).
MELAUT: Sejumlah nelayan di Pulau Masalembu saat mau pergi melaut, Jumat (25/7).

SUMENEP, RadarMadura.id - Beberapa pekan terakhir, nelayan di Pulau Masalembu kesulitan untuk menjual hasil laut.

Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep belum melakukan langkah signifikan untuk mengatasi masalah tersebut. 

Ketua Kelompok Nelayan Masalembu (KNM) Rendy menyampaikan, kondisi seperti itu terjadi di Masalembu setiap musim ikan.

Karena stok yang melimpah, banyak yang terpaksa dibuang karena kekurangan pembeli.

Baru-baru ini terbanyak 3,2 ton ikan yang dibuang oleh nelayan, katanya.

Dia menyatakan, permasalahan ini seakan-akan dibiarkan oleh pemerintah.

Tidak ada langkah-langkah serius yang dilakukan pemerintah.

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pemerintah sengaja mengorbankan dan memiskinkan nelayan.

Nelayan tidak akan melaut selama tidak ada yang membeli ikan.

Jika nelayan tidak melaut, maka ekonomi nelayan akan hancur, dan kondisi ini akan berdampak atas berlangsungnya hidup nelayan dan keluarganya, tegasnya.

Rendy menegaskan, Pemkab Sumenep seharusnya mengantisipasi kejadian tersebut.

Namun, hingga saat ini pihaknya belum melihat peran pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.

Kami masih menunggu bentuk perlindungan pemerintah terhadap nelayan kecil seperti kami, tutupnya.

Anggota DPRD Dapil VII Ahmad Juhairi menyatakan, ada berbagai hal yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Keris jika benar-benar ingin menyelesaikan persoalan tersebut.

Salah satunya dengan memenuhi persoalan dasar di Masalembu. 

Menurutnya, selama ini masyarakat Masalembu menggantungkan hasil tangkapannya pada kehadiran pembeli.

Kalau solusi jangka pendeknya, pemerintah harus mendatangkan pembeli.

Tetapi, jika mau hal itu tidak terulang setiap tahunnya, maka persoalan dasarnya harus dipenuhi, seperti fasilitas pengolahan ikan dan pembekuan ikan, itu yang harus dilakukan, pintanya. 

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) telah berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Agustiono Sulasno. Namun, yang bersangkutan tidak merespons.

Begitu pun dengan Kabid Pengelolaan Perikanan Tangkap Diskan Sumenep Joni Hariyanto juga tidak dapat dimintai keterangan terkait persoalan tersebut.

Dia beralasan masih rapat. Maaf, saya masih rapat, singkatnya saat dihubungi. (tif/han)

Editor : Amin Basiri
#sumenep #Diskan #nelayan