SUMENEP, RadarMadura.id – Kasus kekerasan yang menimpa Muhamad Noeruddin viral. Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah itu menaruh perhatian terhadap peristiwa yang menimpa guru honorer tersebut.
Bahkan, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu memberikan satu unit sepeda motor dan uang Rp 15 juta.
Noeruddin tidak menyangka akan mendapatkan bantuan berupa uang tunai belasan juta dan sepeda motor Honda Beat dari MH Said Abdullah.
Sebab, dia sempat mengabaikan panggilan telepon saat dihubungi oleh staf khusus (Stafsus) Ketua Banggar DPR RI tersebut. Dia masih takut untuk merespons panggilan nomor baru.
Noeruddin mengungkapkan, pada Minggu (26/1) ada nomor baru menghubungi. Saat itu dia tidak langsung merespons.
Dia memilih memberitahukan kepada orang tua angkatnya, H Muhamat Sultan. Setelah dihubungi, ternyata itu stafsus MH Said Abdullah.
”Awalnya Mbak Ida menghubungi saya. Setiap ada telepon dari nomor baru, tidak direspons. Saya masih trauma, tiap ada telepon langsung saya kasih tahu orang tua angkat saya,” katanya.
Saat itu, staf khusus Said meminta kepada H Muhamat Sultan agar Noeruddin berangkat ke Kecamatan Kota Sumenep.
Namun, saat itu tidak diperbolehkan oleh orang tua angkatnya. Dengan alasan keselamatan karena dirinya diancam akan dibunuh.
Tidak lama dari itu, pihak kepolisian dari satreskrim, polsek, dan kecamatan banyak yang menelepon kepada H Muhamat Sultan.
Mereka siap memberikan perlindungan. ”Saat itu orang tua angkat saya yang berkomunikasi,” ucap Noeruddin.
Melalui sambungan telepon itu, stafsus Said tidak memberitahukan bahwa Noeruddin akan diberi sepeda motor. Namun, foto kartu tanda penduduk (KTP) sudah dikirim hanya untuk mendapat bantuan.
Noeruddin sempat menangis setelah tahu diberi sepeda motor dan uang karena senang dan terharu atas kepedulian Said Abdullah.
”Sepeda ini akan saya rawat karena amanah. Akan saya pergunakan untuk aktivitas saya mengajar seperti semula,” janjinya. (iqb/luq)
Editor : Achmad Andrian F