SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep menggelar acara buka puasa bersama tokoh masyarakat dan ulama.
Acara rutin tahunan setiap bulan Ramadan itu digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep Kamis (4/4).
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sangat senang dengan kehadiran ratusan tokoh masyarakat dan ulama.
Hal itu menandakan sinergi pemerintah dengan tokoh masyarakat dan ulama benar-benar terjalin kuat.
”Selama tiga tahun dalam menjalankan roda pemerintahan ini, kami tidak mungkin bisa mencapai apa yang diharapkan masyarakat tanpa dukungan serta doa dari para kiai dan habaib,” kata Bupati Fauzi kepada JPRM.
Suami Nia Kurnia itu menyampaikan, selama tiga tahun terakhir, tahun 2024 merupakan kali pertamanya lepas dari bayang-bayang pandemi Covid-19.
Berbagai pembatasan dan mekanismenya telah dilewati bersama-sama. ”Tapi tahun ini kita benar-benar lepas dari ujian itu,” tambahnya.
Karena itu, Fauzi menegaskan bahwa Pemkab Sumenep akan terus berupaya meneruskan segala tata pemerintahan.
Tentunya dengan berbagai program yang mendukung terhadap kemajuan masyarakat dalam segala bidang.
”Meskipun, dalam perjalanannya tentu ada keterbtasan. Namun, kami bersama-sama dengan perangkat pemerintah yang ada, termasuk melalui bimbingan para alim ulama dan habaib, akan berusaha mewujudkan harapan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Bupati Fauzi juga mengucapkan terima kasih kepada para kiai dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sumenep.
Terutama dalam melewati momen penting selama pemilihan umum (pemilu) presiden dan wakil presiden serta legislatif.
Bupati Fauzi menyadari, tanpa peran serta para kiai dan habaib, pemilu sulit berjalan lancar. Sebab, posisi mereka di masyarakat sangat strategis dan berpengaruh.
Para habaib dan ulama, lanjut orang nomor satu di Sumenep itu, telah sudi mendampingi dan mengawasi bersama-sama jalannya pemilu di Kabupaten Sumenep.
”Hasilnya, pemilu berjalan lancar dan kondusif. Itu tidak hanya semata-mata peran dari pemerintah, tapi juga ada peran tokoh masyarakat dan ulama yang harus kita akui dan apresiasi,” ucapnya. (di/yan)
Editor : Ina Herdiyana