SUMENEP, RadarMadura.id – Lawan yang berat jangan dijadikan pemicu patah semangat. Jadikan dia pendorong untuk tetap semangat. Hal itu dibuktikan oleh santri Ponpes Annuqayah Lubangsa Putri di FJA XI tingkat nasional hingga meraih juara umum.
Para santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Lubangsa Putri naik panggung di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Rabu (1/11). Sebagian memegang bendera kebanggaan ponpes tempatnya menempa ilmu.
Saat di atas panggung, mayoritas mereka mengenakan baju hitam dan kerudung merah. Terlihat juga santri pesantren di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, ini tersenyum. Perasaan senang dan bangga tak bisa mereka sembunyikan. Apalagi di depan mereka terlihat empat piala besar beserta piagam penghargaan.
Mereka naik panggung karena ponpes kebanggaannya dinobatkan sebagai juara umum Festival Jazirah Arab (FJA) XI tingkat nasional. Kegiatan tersebut diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Lomba tersebut digelar selama empat hari pada Sabtu–Selasa (28–31/10). Penutupan dilaksanakan Rabu (1/11). Perjuangan Ponpes Annuqayah Lubangsa Putri untuk mengikuti lomba bergengsi tersebut tidak mudah. Apalagi, waktu untuk persiapan sangat sebentar. Hanya 20 hari.
Proses seleksi cukup memakan waktu karena santri yang kompeten cukup banyak. Setelah penentuan, kemudian dilanjutkan ke pematangan persiapan lomba. Yakni, melatih peserta yang sudah ditentukan oleh pihak ponpes.
Santri-santri pilihan itu Siti Badriatul Aini, Faiqoh Bariroh, dan Ludfiyah sebagai ofisial. Kemudian, lomba bahasa Arab diikuti Syatiul Jannah, Rosyidah Dzatil Basyiri, dan Ulfatul Aluf. Sedangkan Grace Naily El-Hasanah dan Nafisatul Khalidah dipercaya mengikuti lomba Khitobah.
Lalu, kategori Qiraatus Syiri diikuti peserta bernama Atnawiyah dan Fitriani. Lalu, perlombaan Ghina Araby diwakili oleh Nur Diana dan Zinatul Widad. Kemudian untuk lomba Musabaqah Qiraatul Kutub dipercayakan kepada Sitti Ummu Kulsum dan Siti Khalifah. Lalu, Nuri Kameliya Daryani dan Nuril Faiqatil Himmah diberi amanah mengikuti lomba Qiraatul Akhbar.
Dari semua peserta itu, tidak semua mendapatkan juara. Hanya beberapa santriwati yang mampu membawa pulang penghargaan. Yakni, Atwiya dinobatkan sebagai juara 1 Qiraatus Syiri dan Nur Diana juara 2 Ghina Araby.
Kemudian, untuk juara 3 Musabaqah Qiraatul Kutub diraih oleh Sitti Ummu Kulsum. Meski demikian, perolehan penghargaan tersebut mampu mengantarkan Ponpes Annnuqayah Lubangsa Putri sebagai juara umum dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut.
Ketua Pengurus Ponpes Annnuqayah Lubangsa Putri Faizatin mengatakan, peserta dipilih berdasarkan kemampuan dan disesuaikan dengan kategori lomba. Proses seleksi melibatkan para pembimbing.
Sebelum perlombaan, mereka mengadakan latihan bersama setiap malam. Terdapat jadwal khusus dua kali dalam seminggu yang dibimbing oleh Ustaz Zainur Ridha. ”Tiap malam kami juga melakukan istighotsah,” ucapnya.
Faizatin tidak menyangka bisa mendapatkan juara umum. Sebab, persiapan sangat singkat dan banyak peserta yang juga kompeten. Seperti dari Unida Gontor dan Unuja Paiton. ”Namun, alhamdulillah berkat kesungguhan dan semangat teman-teman, akhirnya kami meraih juara umum,” ucap Faizatin.
Faizatin menceritakan, selama persiapan hingga pelaksanaan lomba, dirinya sering mengingatkan kepada peserta agar terus semangat belajar. Sebab, dengan konsisten berlatih akan membentuk sendiri kemampuan dan penguatan mental. ”Apa pun hasilnya, jadikan segala hal menjadi pengalaman dan pembelajaran ke depan,” pesannya.
Faizatin mengucapkan terima kasih kepada Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Nyai Shafiyah A. Win dan pembimbing Ustad Zainur Ridha serta seluruh pengurus. Mereka yang selalu memberikan dukungan serta sabar dan telaten melatih.
”Sehingga kami bisa kembali meraih juara umum pada Festival Jazirah Arab yang diadakan oleh HMP BSA UIN Maulana Malik Ibrahim,” tandasnya. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana