SUMENEP – Gelombak mudik besar-besaran ke Madura terjadi Sabtu malam (28/3) hingga Minggu pagi (29/3). Sekitar 40 bus dari Jakarta dan Bekasi masuk ke Pulau Garam.
Kedatangan perantau itu harus melewati posko dari Bangkalan hingga Sumenep. Pendataan, pemeriksaan, dan penyemprotan disinfektan dilakukan tim gabungan.
Hingga pukul 00.30, sudah ada sekitar 200 pemudik masuk Sumenep. Lagi-lagi mereka harus melalui pendataan, pemeriksaan suhu badan, dan penyemprotan suhu badan di perbatasan Sumenep dengan Pamekasan.
”Mereka warga Pulau Kangean, Pulau Poteran, Batuputih, Kota Sumenep, dan beberapa kecamatan wilayah pantura,” jelas Faiqul Khair Al-Kudus selaku koordinator posko bersama Gusdurian Peduli Sumenep di lokasi.
Faiq mengungkap, tim yang bertugas terdiri dari 28 petugas medis, 10 polisi, 10 tentara, dan sembilan relawan. Dia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas medis yang menjadi garda terdepan melawan Covid-19.
”Mereka setia setiap malam bahkan 24 jam telaten melayani, mendata, dan menunda tidur untuk kepentingan orang banyak,” ucapnya. (luq)
Editor : Administrator