SUMENEP – Pergelaran Topeng Dalang 2018 yang diselenggarakan Pemkab Sumenep berlangsung meriah. Kegiatan yang berlangsung dua hari pada 7–8 September itu menyedot perhatian warga Kota Keris.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Sufiyanto mengatakan, program yang masuk dalam kalender event program Visit Sumenep 2018 itu bertujuan melestarikan pertunjukan topeng dalang sebagai salah satu kebudayaan Sumenep. ”Selain itu, kami berusaha memberikan hiburan untuk masyarakat Kabupaten Sumenep khususnya di wilayah Kecamatan Kota dan sekitarnya,” ucapnya Jumat (7/9).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan itu. Menurut dia, Pemkab Sumenep sengaja memilih sentra PKL Giling sebagai lokasi kegiatan. Tujuannya, membantu perkembangan perekonomian para pedagang di lokasi tersebut.
”Kami harap kegiatan ini juga bisa membantu para pedagang. Karena kalau di sini banyak hiburan, jadi banyak yang datang dan banyak yang beli. Sehingga perekonomian menjadi lebih baik,” jelasnya.
Fauzi menuturkan, sejarah topeng dalang sudah ada sejak abad ke-15. Awalnya pertunjukan itu merupakan pertunjukan masyarakat. Kemudian pada abad ke-19, topeng dalang menjadi salah satu pertunjukan di istana kerajaan. ”Kita harus bangga dengan budaya yang kita miliki. Karena itu, mari kita jaga dan nikmati pertunjukan ini,” pungkasnya.
Editor : Abdul Basri