PAMEKASAN, RadarMadura.id - Madura United (MU) tengah berada dalam tekanan setelah menelan tiga kekalahan beruntun di BRI Super League 2025/2026. Yakni, takluk dari Persebaya, PSIM Jogjakarta, dan Persija.
Rangkaian hasil minor itu membuat posisi Laskar Sape Kerrap di papan klasemen belum aman.
Ancaman zona merah mulai membayangi, sekaligus menggerus kepercayaan diri tim dan publik sepak bola Madura.
Kesempatan bangkit terbuka saat MU menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (31/1).
Laga kandang itu dipatok sebagai momentum mengakhiri tren negatif sekaligus mengembalikan wibawa di hadapan pendukung sendiri.
Pelatih MU Carlos Alberto Parreira mengakui timnya masih memetik banyak pelajaran dari kekalahan terakhir melawan Persija, Jumat (23/1). Namun, dia juga melihat beberapa peningkatan permainan di babak kedua.
Juru taktik asal Brasil itu menilai performa tim mulai menunjukkan tanda-tanda progres.
Namun, Parreira tak menampik masih ada sektor yang harus segera dibenahi sebelum duel penting kontra Badai Pasifik.
Dia menegaskan kemenangan menjadi harga mati. ”Tiga poin menjadi target utama demi memperbaiki klasemen, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain,” tegas pelatih berusia 44 tahun itu.
Fokus pembenahan diarahkan pada efektivitas lini depan tanpa mengabaikan keseimbangan tim.
Parreira mengakui bahwa anak asuhnya perlu untuk mencetak banyak gol dan lebih fokus dalam permainan.
Laga nanti diprediksi berlangsung ketat, mengingat PSBS Biak juga datang dengan tekanan besar.
Tim asal Papua itu berada tepat di atas zona degradasi, unggul empat poin dari Persijap dan hanya terpaut satu angka dari MU. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri