BANGKALAN, RadarMadura.id - Madura United (MU) merebut posisi puncak klasemen usai menundukkan PSIS Semarang 1-0 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (5/8). Gol kemenangan Laskar Sape Kerrap - julukan MU dicetak Alberto Gonsalves di menit ke-81.
Di awal babak pertama dimulai, MU mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Namun serangan yang dibangun mudah untuk dimentahkan tim lawan.
Sementara tim tamu yang dibombardir tidak tinggal diam. Laskar Mahesa Jenar - julukan PSIS juga berusaha membobol gawang MU melalui skema serangan balik.
Tetapi, upaya yang dilakukan juga tidak berhasil, sehingga kedua tim bermain 0-0 hingga babak pertama berakhir.
Baca Juga: Tim Sepak Bola Pamekasan Uji Coba Lawan Eks Persepam Sebelum Laga Perdana Pra-Porprov VIII 2023
Gol yang ditunggu-tunggu akhir datang dari Alberto Goncalves. Pemain pengganti tersebut membuat ribuan supporter yang hadir bergemuruh saat berhasil menyarangkan bola ke gawang tim tamu.
Tertinggal satu gol, tim tamu semakin gencar membangun serangan. Tetapi hingga pluit akhir dibunyikan tidak ada gol yang tercipta.
Pelatih MU Mauricio Souza mengakui timnya sempat kesulitan untuk membobol gawang tim lawan di babak pertama. Barisan belakang tim tamu cukup solid.
"Semua pertandingan sulit, tidak ada pertandingan yang mudah," ujarnya.
Sedangkan di babak kedua, PSIS Semarang banyak kehilangan bola. Sehingga timnya lebih dominan mengatur jalannya pertandingan. Alhasil, gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dari tandukan Alberto Goncalves.
"Kita bisa keluar dari sini dengan kemenangan," ujarnya.
Sementara Alberto Goncalves mengaku sangat senang bisa kembali mencetak gol untuk tim kebanggan masyarakat Pulau Garam. Gol kemenangan yang dicetak dipersembahkan untuk ibunya yang berulang tahun ke-63 di negaranya Brazil.
"Saya senang bisa kembali ke tim setelah mengikuti lisensi kepelatihan di PSSI dan mencetak gol," ujarnya.
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius mengaku cukup senang meski timnya harus pulang tanpa membawa poin. Karena anak asuhnya sudah tampil bagus.
"Gol yang terjadi juga karena bola mati," katanya. (jup/dry)