SAMPANG, RadarMadura.id – Pekerjaan rehabilitasi empat ruang kelas SDN Margantoko 1, Kecamatan Jrengik, sudah berlangsung sekitar dua pekan.
Sejumlah kolom sudah dicor pada Sabtu (24/10). Ring balok juga mulai dipasang, tapi sebagian belum dicor.
Pantauan di lokasi proyek, sebagian tulangan ring balok belum dipasang. Diduga CV Brahmana Jaya mengurangi volume pembesian.
Itu terlihat saat pelaksana lapangan Samsul Arifin mengecek ulang jarak begel pada tulangan ring balok yang berada di halaman sekolah.
Hasilnya, terungkap jika jarak begel pada tulangan ring balok tersebut lebih dari 15 sentimeter (cm).
Baca Juga: Satlantas Polres Sampang Sasar Delapan Pelanggaran Operasi Patuh Semeru 2026
Selain itu, jarak begel pada tulangan ring balok yang sudah dipasang di ruang kelas sisi utara juga terindikasi lebih 15 cm
Samsul tidak banyak berkomentar saat ditanya terkait pemasangan begel pada tulangan ring balok tersebut.
Dia menyebut, dalam perencanaan, jarak begel 15 cm. Karena itu, dia berencana akan menggeser begel tersebut sebelum dicor.
”Saya tidak ngecek (jarak begel) kemarin-kemarinnya,” ujarnya singkat kepada JPRM.
Selain itu, CV Brahmana Jaya menggunakan semen CONCH pada proyek senilai Rp 443.403.017 itu. Samsul mengaku tidak tahu merek semen yang digunakan dalam proyek tersebut. ”Itu (semen) dikirim dari kantor,” ucapnya.
Koran ini sudah menghubungi CV Bintang Mas Konsultan selaku konsultan pengawas dalam proyek tersebut.
Namun, pengawas lapangan Yudi tidak merespons saat dihubungi JPRM. Direktur CV Bintang Mas Konsultan Moh. Supriadi juga tidak menjawab saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Baca Juga: Mengenal Kelezatan Bubur Gunting Khas Kalimantan dengan Gula Merah dan Santan
Diketahui, tahun ini CV Brahmana Jaya mendapat empat paket proyek fisik. Yakni pembangunan kolam beton, pembangunan musala Puskesmas Jrengik, pembangunan pagar labkesmas, dan rehabilitasi ruang kelas SDN Margantoko 1.
Sebelumnya ditemukan jarak begel sloof pada pembangunan pagar labkesmas di Jalan Halim Perdanakusuma, Sampang, yang tidak sesuai dengan gambar kerja.
Pantauan JPRM, ditemukan jarak begel yang tidak seragam. Berdasarkan pengukuran di sejumlah titik, jarak antarbegel tercatat 15 sentimeter (cm), 17 cm, hingga 21 cm.
Selain itu, pada pengerjaan pembangunan musala Puskesmas Jrengik juga sempat disorot karena terlambat dalam menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja dan pemasangan papan informasi proyek.
Selain itu, ditemukan keretakan pada bagian plafon musala dan kamar mandi sebelum kontrak selesai. (bil)
Editor : Hera Marylia