Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Belasan Produk IKM Diusulkan Diekspor, Diskopindag Sampang Nunggu Hasil Inkubasi

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:13 WIB
PRODUK LOKAL: Seorang pegawai melihat produk IKM di kantor Diskopindag Sampang beberapa waktu lalu. (AYU LATIFAH/JPRM)
PRODUK LOKAL: Seorang pegawai melihat produk IKM di kantor Diskopindag Sampang beberapa waktu lalu. (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mendorong agar produk industri kecil menengah (IKM) bisa naik kelas.

Di antaranya mengusulkan produk lokal agar dipasarkan ke luar negeri. Program ini bekerja sama dengan negara Maldives.

Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag Diskopindag Sampang Muhammad Irwan Ferdiawan menyampaikan, pemkab telah mengusulkan sejumlah produk IKM agar diekspor.

Namun, keputusannya masih menunggu setelah proses inkubasi dan business meeting dengan negara Maldives. 

Pelaksanaannya akan digelar di gedung smart room Sampang secara daring Selasa (7/7). 

”Ada buyer yang mencari produk lokal untuk pemasaran di Maldives, kurasinya besok (hari ini),” katanya Senin (6/7).

Produk yang diminta oleh negara yang dijuluki negara Maladewa itu berbentuk produk lokal.

Di antaranya kopi jahe, bubuk cabai, serta sejumlah produk berbahan daun kelor dan produk lainnya. 

Syaratnya, produk yang diusulkan harus mengantongi sertifikat halal.

”Sementara yang mengusulkan untuk program tersebut hanya 15 IKM. Sebab yang lain terbatas pada kemampuan berbahasa Inggris,” ungkapnya.

Irwan menjelaskan, permintaan ekspor produk berbentuk olahan baru kali pertama masuk ke Kabupaten Sampang. 

Hal ini bagian dari bentuk standardisasi agar IKM lokal Sampang naik kelas ke pasar global.

Namun, kebutuhan untuk ekspor produk tersebut belum ditentukan.

”Syukur-syukur semua produk bisa disetujui. Tapi, belum tahu berapa permintaan dari buyer, menunggu hasil kurasi,” jelasnya.

Menurutnya mekanisme pengiriman produk ekspor menggunakan metode less than container load (LCL).

Yakni, pengiriman produk tidak dalam jumlah besar hingga muat satu muatan. 

Produk yang disetujui oleh negara Maldives akan menjadi satu paket dengan produk lokal lainnya di Jawa Timur.

”Mungkin se-Jatim digabung menjadi satu kontainer,” pungkasnya. (ay/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#proses inkubasi #Produk IKM #Diskopindag #pasar global #Diekspor