SAMPANG, RadarMadura.id – Kegiatan pendistribusian air untuk daerah kekeringan di Kota Bahari belum direalisasikan. Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang sampai saat ini belum menerima surat keputusan (SK) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang Fajar Arif Taufikurrahman mengatakan, pendistribusian air pada wilayah kekeringan di Kabupaten Sampang belum dilakukan oleh pihaknya. Sebab, saat ini pihaknya masih menunggu SK dari pemkab yang disetujui langsung oleh Bupati Sampang.
"SK-nya belum diberikan kepada kami oleh Pemkab Sampang," katanya.
Menurutnya, pendistribusian air dilakukan berdasarkan SK yang dikeluarkan Pemkab Sampang dan ditandatangani oleh bupati. Saat ini SK sudah rampung dibuat oleh Pemkab Sampang.
"Saat ini SK-nya masih ada di meja Bapak Bupati, belum diberikan kepada kami," ucapnya.
Dia mengakui, sebelumnya pengajuan SK kekeringan terkendala beberapa hal. Salah satunya lambatnya perampungan data yang disetor oleh pihak kecamatan kepada BPBD Sampang.
"Ada dua kecamatan yang lambat menyetorkan data daerah kekeringan kepada kami. Sehingga, sedikit menghambat pengajuan SK," bebernya.
Dia berjanji akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Sampang untuk meminta SK kekeringan yang akan dijadikan dasar pendistribusian air. Dia menargetkan bulan ini pendistribusian air sudah mulai disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
"Puncak kekeringan diperkirakan sampai Agustus. Kami upayakan bulan ini sudah mulai disalurkan," tuturnya.
Dia menambahkan, tahun ini anggaran pendistribusian air pihaknya mendapatkan alokasi sebesar Rp 75.000.000 dari APBD 2026. Pihaknya juga mengusulkan tambahan anggaran pendistribusian air tersebut kepada BPBD Provinsi maupun BNPB.
"Tetapi, sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut," ungkapnya.
Camat Banyuates Moh. Imam mengatakan, di desanya hanya satu desa yang diusulkan sebagai daerah kekeringan kritis agar mendapatkan pendistribusian air. Yakni Desa Lar-Lar. Namun, sampai saat ini air belum didistribusikan ke desa tersebut.
Pihaknya berharap BPBD segera mendistribusikan air ke desa yang sudah mengalami kekeringan kritis. Sebab, saat ini warga mulai sangat membutuhkan bantuan pendistribusian air.
"Laporan kepada kami, masyarakat sudah ada yang membeli secara mandiri menggunakan tangki akibat terdampak kekeringan kritis. Kami berharap pendistribusian air ini segera dilakukan," tandasnya. (bai/yan)
Editor : Anis Billah